BETANEWS.ID, KUDUS – Atap gedung aula Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan/Kabupaten Kudus roboh, pada Jumat (27/3/2026) dini hari. Atap yang berbahan baja ringan tersebut ambruk diduga disebabkan dampak hujan lebat disertai angin pada Kamis (26/3/2026) hingga Jumat dini hari.
Beruntungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya saja, ambrolnya atap aula mengakibatkan beberapa kerusakan material yang ada di dalam gedung tersebut.
Lurah Mlatinorowito, Ainnur Sri Yulianing Sutrisno mengatakan, bahwa kejadian ambrolnya atap aula terjadi sekitar pukul 4.00 WIB dini hari tadi. Pihaknya mendapat laporan kejadian tersebut dari penjaga kelurahan yang mendapati seluruh atap aula roboh.
“Informasi dari rekan penjaga, kejadian terjadi pukul 4.00 WIB menjelang subuh dan kami baru dapat info seperti itu pagi tadi,” bebernya saat ditemui di lokasi, Jumat (27/3/2026).
Baca juga : DPRD Kudus Soroti Warung Madura Buka 24 Jam, Minta Pemkab Susun Regulasi
Ia menuturkan, bangunan aula sebenarnya dibangun sejak 1990-an, namun untuk atap baru diperbaiki pada 2022 dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp186 juta. Material atap menimpa seisi ruangan di dalam aula kantor kelurahan tersebut.
“Untuk bangunan ini biasanya dibuat untuk ruang pertemuan. Jadi material dan sarana prasana di dalamnya seperti kursi, meja hingga kipaa angin rusak akibat reruntuhan atap itu,” terangnya.
Untuk menindaklanjuti kejadian itu, pihaknya langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pemerintah kecamatan hingga Inspektorat Kabupaten Kudus. Menurutnya, pagi tadi, pihak Inspektorat Kabupaten Kudus juga telah mengaudit dan pihaknya kini masih menunggu hasil keluar.
“Tindak lanjut kami, melaporkan ke kecamatan dan inspektorat, dan sudah dilakukan audit di lokasi,” terangnya.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan BPBD Kudus Ahmad Munaji menyampaikan, cuaca ekstrem terjadi di wilayah Kudus pada Kamis (26/3/2026) hingga Jumat (27/3/2026) dini hari.
Akibatnya, beberapa titik di wilayah Kecamatan Kota mengalami pohon tumbang hingga atap roboh di Aula Kantor Kelurahan Mlatinorowito.
“Termasuk di Pladen, Jekulo juga ada tanggul hebol,” bebernya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada pada cuaca hidrometeorologi basah yang terjadi sampai pertengahan April 2026 nanti.
“Ancaman bencana hidrometeorologi masih berpotensi terjadi sampai April, serta menuju pancaroba atau pergantian musim. Kami imbau supaya tetap waspada dan berhati-hati,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

