BETANEWS.ID, KUDUS – Plt Bupati Kudus HM Hartopo melantik 437 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru, Selasa (12/5/2020). Ratusan abdi negara tersebut menyaksikan prosesi pelantikan di Command Center secara daring dari berbagai tempat yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.
Di Command Center sendiri, ada empat perwakilan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang secara simbolis melaksanakan tata cara pelantikan, dengan diikuti ratusan abdi negara di tempat lain.
Pengambilan sumpah janji tersebut, turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Sam’ani Intakoris, Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Catur Widyatno dan para asisten administrasi Sekda Kudus.

Hartopo menuturkan, sebelumnya, meraka sudah bekerja dengan status Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kudus. Setelah melewati berbagai penilaian dan masa percobaan minimal satu tahun dan maksimal dua tahun, mereka diangkat menjadi PNS dan akan menempati berbagai posisi di lingkungan Pemkab Kudus.
“Selamat bagi saudara-saudara sekalian yang usai dilantik. Sekarang saudara telah resmi menjadi abdi negara,” ungkapnya.
Baca juga: Perpusda Kudus Sediakan 326 E-Book di Aplikasi iKudus
Hartopo menjelaskan, berbagai posisi yang diisi PNS baru itu meliputi tenaga kesehatan, pendidikan dan umum. Ada juga delapan orang dari Kemendagri.
“Selalu bersyukur atas tugas yang diberikan. Dan dilakukan dengan semangat bertugas melayani masyarakat,” pesan Hartopo.
Hartopo juga berpesan agar dalam bekerja, para abdi negara harus meningkatkan kualitas dan kapasitas diri. Satu di antaranya dengan cara membuat inovasi dalam pelayanan.
“Dalam hal pelayanan saudara harus membuat inovasi. Dengan adanya inovasi tersebut masyarakat akan terlayani dengan baik,” ungkapnya.
Baca juga: Pelantikan 344 Kepala Sekolah di Kudus Dilakukan Secara Daring
Namun yang lebih penting, lanjut Hartopo, yakni menanamkan sikap tanggung jawab dalam bekerja. ASN (Aparatur Sipil Negara) tidak boleh acuh tak acuh apa lagi lepas tanggung jawab.
“Jangan lupa jadi juga figur yang kompeten,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

