Pempek Tanpa Ikan Ini Malah Laris Manis di Kudus

Di tepi Jalan Cendono Wetan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, tepatnya di depan Madrasah Miftahul Falah, tampak gerobak dagangan bertuliskan Pempek Palembang Mang Ipin. Di sana, seorang pria memakai baju warna coklat terlihat mempersiapkan dan menggoreng pempek Palembang pesanan pelanggan. Dia adalah Arifin (32), pemilik Pempek Palembang Mang Ipin.

Di tengah kesibukannya, Arifin sudi berbagi cerita tentang usahanya. Ia mengaku, sudah lebih dari empat tahun merintis usaha tersebut. Kini bisa dikatakan sudah memiliki banyak pelanggan. Dalam sehari, ia bisa menjual hingga 4 kilogram adonan pempek.

Inspirasi dan teknik pembuatan pempeknya didapatkan dari seorang teman asli Palembang. Dengan memadukan ilmu yang ia pelajari dan kreativitasnya sendiri, Arifin berhasil menciptakan rasa khas yang digemari banyak pelanggan.

-Advertisement-

Baca juga: Laris Manis, Mie Ayam dan Bakso Pak Dhe Wonogiri Laku Ratusan Porsi Sehari

“Jajanan pempek ini kan khas dari Palembang. Saya mendapatkan ide untuk berjualan pempek dari seorang teman. Sebelumnya, saya pernah mencoba berbagai usaha seperti menjual telur gulung, siomay, dan pentol dengan keliling,” ungkapnya.

Berbeda dengan pempek pada umumnya yang berbahan dasar ikan, Arifin memilih untuk memadukan tepung terigu dan pati sebagai bahan utamanya. Menurutnya, keputusan ini diambil untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menghindari ikan laut tanpa mengurangi kelezatan rasa.

“Rasanya tetap gurih, karena menggunakan bumbu sederhana seperti bawang putih, Royco, dan garam,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dalam penjualan Pempek Palembang Mang Ipin, dirinya menyediakan beberapa pilihan yang bisa dipilih oleh pembeli. Di antaranya pempek kapal selam isi telur, pempek terpedo isi sosis, dan pempek komplet. Sebagai pelengkap, ia tidak lupa memberi sambal dan timun.

“Harga yang tersedia di sini murah, mulai seribuan saja. Bukanya pukul 08.30 hingga 17.00 WIB. Tapi saya tutup hari Selasa dan Sabtu,” jelasnya.

Baca juga: Berkat Bumbu yang Khas, Bakso Bakar Akbar Tak Pernah Sepi Pembeli

Disinggung mengenai pembeli, dia menjelaskan pembelinya kebanyakan dari siswa dan siswi Madrasah Miftahul Falah. Selain itu juga banyak warga sekitaran tempat jualnya.

“Saya ingin pempek ini dikenal banyak orang, bahkan punya cabang di tempat lain,” tambahnya.

Penulis: Vita Verliana, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER