BETANEWS.ID, JEPARA– Kondisi pangan selama puasa dan menjelang lebaran Idulfitri 1147 Hijriah/2026 Masehi dipastikan aman dan tidak terpengaruh oleh kondisi perang yang saat ini terjadi di Timur Tengah.
Hal itu seperti disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jepara pada Senin, (5/3/2026).
Zulkifli menjelaskan, perang yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran tidak mempengaruhi kondisi pangan sebab Indonesia tidak mengimpor bahan pangan dari Timur Tengah.
“Walaupun Timur Tengah ada kejadian (perang), karena presiden sudah memperkirakan apa yang akan terjadi di dunia, kita sudah lebih cepat swasembada pangan,” kata Zulkifli saat ditemui di Balai Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.
Sehingga, ia mengkalim, stok pangan selama Bulan Ramadhan dan menjelang lebaran aman dan tercukupi.
“Stok pangan kita cukup, puasa dan lebaran cukup. Tidak terpengaruh oleh perang. Karena kita tidak ada impor makanan dari Timur Tengah, tidak ada,” lanjutnya.
Baca juga: Ketua DPRD: Pameran IFEX Jadi Momentum Perluas Akses Pasar Global Furniture Jepara
Dalam kunjungan kerjanya, Zulhas mengaku juga diperintahkan oleh Presiden Prabowo untuk memastikan harga bahan pangan bisa stabil selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
Jika kondisi harga bahan pangan naik, Zulkifli mengatakan sesuai perintah Presiden, Bupati/Wali Kota di masing-masing daerah diminta untuk menyelenggarakan bazar maupun pasar murah.
“Kalau harga naik, saya mengajak Bupati/Wali Kota mengadakan bazar, pasar murah, kalau perlu subsidi,” ujarnya.
Sebagai informasi, pada kunjungan kerjanya di Kabupaten Jepara pada hari ini, terdapat empat lokasi yang dikunjungi Zulhas bersama Bupati Jepara dan jajaran perangkat daerah.
Kunjungan pertama di Balai Desa Kaliombo, Kecamatan Kalinyamatan. Kedua di Rumah Khusus (Rusus) Nelayan di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung. Ketiga, Balai Desa Petekeyan dan ke-empat di Kantor Kecamatan Jepara.
Dalam setiap kunjungan, ia membagikan 5 kg beras SPHP kepada masing-masing penerima. Di setiap tempat jumlah masyarakat penerima bantuan sebanyak 250 orang.
Selain memastikan stok pangan, Zulkifli mengaku juga diperintahkan untuk mengecek program swasembada pangan, kampung nelayan, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan baik.
Editor: Kholistiono

