Lapak Penukaran Uang Pecahan Baru Masih Sepi Peminat

BETANEWS.ID, KUDUS – Jasa penukaran uang baru menjelang Lebaran sudah mulai bermunculan di Kabupaten Kudus. Namun, peminatnya masih terbilang sepi. Besaran biaya jasa yang naik diduga menjadi salah satu penyebabnya.

Suminah (60), penyedia jasa penukaran uang pecahan baru di Kudus, mengaku membuka lapaknya sejak Kamis (26/2/2026). Ia memanfaatkan momen ini karena usaha jualan soto miliknya libur selama bulan Ramadan.

“Sebenarnya banyak yang tanya, tapi belum banyak yang jadi tukar. Mungkin karena jasanya sekarang lebih mahal,” ungkapnya.

-Advertisement-

Baca juga: Jasa Penukaran Uang Pecahan Baru di Kudus Mulai Bermunculan

Tahun ini, Suminah mematok biaya jasa mulai 15 persen di awal-awal buka, naik dibanding tahun lalu yang dimulai dari 10 persen. Persenan tersebut akan naik lebih tinggi lagi, ketika menjelang lebaran.

Ia menuturkan, kenaikan jasa tukar uang baru tidak lepas dari mahalnya harga pengambilan uang dari pengepul. Ia juga mengaku kesulitan mendapatkan uang baru, terutama pecahan kecil yang paling diminati masyarakat seperti Rp5.000 dan Rp10.000.

“Nyarinya memang susah. Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya tentu sangat berbeda, dan di tahun ini sulit,” katanya.

Sebagai pelaku yang sudah lebih dari satu dekade menjalani usaha musiman ini, Suminah biasanya mampu menukar uang hingga lebih dari Rp50 juta dalam satu musim Lebaran seperti yang dialami tahun lalu. Namun tahun ini, ia belum bisa memastikan capaian karena stok terbatas dan harga pengambilan yang lebih tinggi.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER