Berkat Hobi Masak, Yuli Sukses Buka Nasi Liwet Solo di Kudus

Sejumlah pembeli tampak duduk berjejer di bangku panjang sebuah warung di depan Taman Makam Pahlawan, Desa Kaliputu, Kecamatan Kota, Kudus. Meski tak penuh sesak, namun pembeli terlihat tak henti datang dan pergi silih berganti ke warung Nasi Liwet Solo Bu Yulie itu.

Di sana, seorang perempuan terlihat sedang sibuk melayani satu per satu pelanggan yang datang. Dengan cekatan ia menyendokkan nasi putih atau nasi uduk, memasukkan berbagai lauk pauk seperti sayur labu siyam, suwiran ayam, telur bacem, tahu, dan sambal goreng rambak yang menjadi ciri khasnya.

Perempuan itu tak lain adalah Yuli (51), pemilik warung tersebut. Ketika ditemui disela-sela kesibukannya, Yuli dengan senang hati berbagai cerita tentang usaha yang sudah berjalan sejak 2023 itu.

-Advertisement-

Baca juga: Mencicipi Pindang Serani, Makanan Khas Jepara yang Cocok Jadi Menu Berbuka Puasa

Ia mengaku memang sejak lama memiliki hobi memasak. Kemudian ia mencoba eksplor berbagai masakan untuk dijual. Setelah mencoba berbagai menu, ia akhirnya memutuskan untuk menekuni masakan Nasi Liwet Khas Solo.

“Dulu awalnya suka masak, terus coba-coba lah pengen mengeksplor. Di sini yang kayanya belum begitu banyak yang jual, terus akhirnya memutuskan jualan nasi liwet ini,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, bahwa kunci kelezatan dari nasi liwet ini terletak pada areh dan santan, yang dapat membedakan adalah rasanya yang khas dari nasi liwet lainnya. Selain itu, juga dibutuhkan ketelitian dalam pemilihan bahan yang segar dan teknik memasak yang konsisten.

“Dari yang sudah ada, mungkin yang membedakan dari segi rasanya yang agak beda dari yang lain. Kalau disini itu ada areh putihnya, terus dimodifikasi dari permintaan pembeli, ada kuah opornya juga,” bebernya.

Baca juga: Kopi Khas Turki Kini Hadir di Kudus, Sensasi Kopi Ala Timur Tengah yang Jadi Idaman Baru

Harga nasi liwet yang ia jual cukup terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi. Untuk harga Rp10.000 isiannya tidak pakai telur, hanya ayam suwir, tahu, dan labu siyam. Sedangkan yang Rp12.000 isiannya telur, ayam suwir, tahu dan labu siyam. Dan untuk Rp15.000 isiannya komplit ditambah sambal goreng rambak. 

“Kalau bukanya mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.00 WIB. Alhamdulillah ramai dan dapat berkembang dengan baik hingga sekarang,” tambah warga Desa Kaliputu itu.

Penulis: Sherly Nabela Octavia, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER