Andalkan Resep Warisan, Kue Leker Langgeng Sukses Raup Jutaan Rupiah Sehari

Sebuah outlet berteluskan Kue Leker Langgeng di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus, tepatnya di depan Museum Kretek tampak ramai pembeli. Di sana, terlihat sepasang pria dan wanita tampak sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti. Mereka adalah Zaenul Arifin dan Yanti, pemilik outlet tersebut.

Usai melayani pembeli, Yanti (38) bersedia berbagi cerita kepada Betanews.id tentang usahanya. Ia menjelaskan, bahwa usaha yang dirintis selama 20 tahun itu adalah usaha turun temurun dari sang ayah, yang kemudian diteruskan oleh dirinya bersama sang suami.

Yanti biasanya buka mulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB. Namun khusus hari minggu ia buka lebih pagi sejak pukul 06.30 WIB.

-Advertisement-

Baca juga: Varian Melimpah, Kue Pancong Lumer Wiji Tak Pernah Sepi Pembeli

“Awalnya dulu jualan keliling terus, pernah jualan di Ronggolawe pas malam, terus akhirnya pindah ke sini. Dulu awalnya bapak pernah jualan ini juga, jadi turun temurun gitu, tapi dulu bapak jualannya di Gor,” jelasnya.

Ia mengatakan, jajanan jadul tersebut menjadi buruan banyak orang mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Menurutnya, selain karena harganya yang terjangkau, tekstur renyah dengan rasa manisnya yang menjadikan jajan tersebut disukai.

Yanti menjual kue leker dengan harga Rp1.000 hingga Rp3.000 per biji. Untuk varian pisang coklat ia jual seharga Rp1.000, pisang coklat keju Rp2.000, pisang coklat kacang Rp2.000, sedangkan varian pisang coklat kacang keju Rp3.000.

Dalam sehari, mereka mampu menjual sekitar 800 kue leker. Dari penjualan tersebut, pasangan suami istri itu bisa meraup omzet sekitar Rp1 juta per hari.

“Kalau di sini, menu best sellernya itu pisang coklat, kebanyakan dari pembeli banyak yang suka varian itu. Dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pada suka,” bebernya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca juga: Menikmati Sensasi Barramundi Berbumbu Nusantara, Menu Favorit Buka Puasa di Putra Nelayan Pati

Menurut Yanti, kunci kesuksesan kue lekernya adalah mempertahankan resep tradisional yang diwariskan dari sang Ayah.

“Bahan dasarnya sederhana, ada tepung terigu, tepung tapioka, tepung beras. Untuk isian, ada isian seperti pisang, coklat atau keju. Untuk cara mengolahnya harus tepat supaya leker tetap renyah dan enak. Biasanya kalau sehari bisa menghabiskan tiga hingga empat kilogram adonan,” tambah warga Desa Wergu Wetan, Kota, Kudus itu.

Penulis: Sherly Nabela Octavia, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER