Jasa Penukaran Uang Pecahan Baru di Kudus Mulai Bermunculan

BETANEWS.ID, KUDUS – Meski belum memasuki pertengahan Ramadan, lapak jasa penukaran uang mulai bermunculan di Kabupaten Kudus. Salah satunya berada di Jalan Sunan Kudus. Lapak milik Suminah (60) ini, bukan kali pertama menawarkan jasa penukaran uang. Suminah mengaku sudah sudah lebih dari 10 tahun menekuni usaha musiman tersebut.

Suminah mengatakatan, dirinya membuka layanan penukaran uang sejak Kamis (26/2/2026). Ia memilih kembali menjalankan usaha ini karena aktivitas jualan soto di Pedurungan, Semarang miliknya libur selama Ramadan.

“Daripada nganggur, biasanya saya jualan soto di warung. Kalau puasa libur, jadi mencari peruntungan lain dengan membuka jasa penukaran uang,” katanya saat ditemui Sabtu (28/2/2026).

-Advertisement-

Selama beroperasi, total uang yang sudah ditukarkan sudah lebih dari Rp5 juta. Menurutnya, minat masyarakat belum terlalu tinggi, mengingat lebaran juga masih lama. Terlebih biaya jasa kian tinggi.

Ia mematok biaya jasa mulai 15 persen per Rp100 ribunya, naik dari tahun lalu yang berkisar 10 persen di awal-awal buka. Kenaikan tersebut dipengaruhi harga pengambilan uang dari pengepul yang juga meningkat tinggi dan saat ini menurutnya pengambilan juga agak sulit.

Baca juga: Beri Nilai 71 Atas Kinerjanya, Ini PR Sam’ani–Bellinda

“Sekarang ambil dari pengepul sudah mahal, jadi jasanya ikut naik. Banyak yang tanya, tapi belum banyak yang jadi tukar,” katanya.

Suminah menjelaskan, pecahan yang paling banyak dicari masyarakat adalah Rp5.000 dan Rp10.000. Saat ini ia memiliki stok sekitar Rp25 juta, namun uang baru itu didapatkan dengan cara yang sulit tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

“Barangnya memang susah, pengambilannya juga sulit,” ungkapnya.

Ia memprediksi permintaan akan meningkat mendekati Lebaran, mulai H-10, puncaknya H-1 lebaran permintaan akan melonjak tajam. Bahkan, persentase jasa diperkirakan bisa naik hingga 25 persen, mengikuti tren tahun sebelumnya yang sampai menyentuh 20 persen.

Pada tahun lalu, Suminah mampu menukar uang hingga lebih dari Rp50 juta selama musim menjelang Lebaran. Namun untuk tahun ini, ia belum bisa memastikan capaian karena keterbatasan stok dan tingginya harga pengambilan.

“Biasanya nanti mendekati Lebaran baru ramai. Sekarang masih sepi,” terangnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER