BETANEWS.ID, JEPARA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi yang dipusatkan di Klenteng Hok Tek Tong pada Rabu, (26/2/2026).
Perayaan Festival Imlek tersebut turut dihadiri oleh ribuan masyarakat yang memadati jalan di sepanjang lokasi pelaksanaan festival.
Pertunjukan dua barongsai dan satu naga lion serta pertunjukan musik Tongtek juga menjadi hiburan bagi masyarakat muslim yang tengah menunggu datangnya waktu berbuka puasa.
Festival Imlek pada tahun ini menjadi momentum bersejarah, karena untuk pertama kalinya digelar di klenteng yang berada di jantung Kota Jepara. Perayaannya yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan, menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat, penuh toleransi, dan sarat makna persaudaraan.
Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan, bahwa keberagaman di Kabupaten Jepara merupakan kekuatan sosial yang harus dirawat bersama.
Baca juga: Pertama Kali Digelar, Festival Imlek di Jepara Dipadati Ribuan MasyarakatÂ
“Perayaan ini bukan hanya seremoni budaya, tetapi cerminan nyata bahwa masyarakat Jepara mampu hidup berdampingan dalam harmoni. Keberagaman adalah kekuatan kita. Dari perbedaan inilah lahir persatuan yang kokoh,” ujarnya pada Kamis, (26/2/2026).
Ia menambahkan, kebersamaan etnis umat Tionghoa dan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa menjadi simbol toleransi yang hidup dalam keseharian warga.
“Ketika barongsai tampil di tengah suasana Ramadan, dan warga berbagai agama duduk bersama menunggu waktu berbuka, itu adalah gambaran Jepara yang sesungguhnya, damai, terbuka, dan saling menghormati,” lanjutnya.
Ia berharapan agar festival serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda budaya tahunan yang inklusif.
“Jepara memiliki sejarah panjang sebagai daerah maritim yang terbuka terhadap berbagai budaya. Tugas kita hari ini adalah menjaga warisan toleransi itu agar tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang,” tegasnya.
Katanya, Festival Imlek 2577 Kongzili di Jepara pun menjadi bukti bahwa keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan kekuatan nyata yang tumbuh dalam denyut kehidupan masyarakat Kota Ukir mewujudkan harmoni dalam perbedaan, bukan penyeragaman dalam kebersamaan.
Editor: Kholistiono

