BETANEWS.ID,PATI – Sebanyak 23 siswa SMKN 4 Pati mengalami gejala mual, pusing, hingga muntah-muntah usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (9/2/2026) siang. Akibatnya, puluhan siswa tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Keluarga Sehat (KSH) Pati untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Luky Pratugas Narimo mengatakan, dari total 23 siswa yang terdampak, sebanyak 21 siswa telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, sementara dua siswa lainnya masih menjalani perawatan.
“Dua pasien yang masih dirawat keluhannya pusing, mual, dan masih ada nyeri di perut,” ujar Luky, Selasa (10/2/2026).
Baca juga : Jumlah Siswa SMKN 4 Pati yang Diduga Keracunan MBG Bertambah
Ia menjelaskan, pihak Dinkes telah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) di lingkungan sekolah dan saat ini fokus pada pengujian sampel makanan MBG di laboratorium Semarang.
“Kami sudah tidak melakukan siaga di sekolah. Sekarang fokus mengirim sampel makanan untuk diuji laboratorium di Semarang,” sebutnya.
Luky menyebutkan, seluruh menu MBG yang dikonsumsi siswa pada hari kejadian turut dikirim untuk pemeriksaan laboratorium.
“Sampel yang dikirim meliputi nasi, lauk, garang asem, susu kedelai, pokoknya semua makanan yang disajikan ke siswa saat itu,” ucapnya.
Terkait hasil uji laboratorium, Luky mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan waktu keluarnya hasil pemeriksaan.
“Biasanya sekitar satu minggu, tapi kepastiannya belum bisa kami sampaikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Satgas MBG Kabupaten Pati, Risma Ardhi Chandra, menjelaskan bahwa makanan MBG tersebut diproduksi oleh SPPG di Desa Muktiharjo, yang dikelola oleh Yayasan Patriot Bangsa. SPPG tersebut merupakan percontohan pertama program MBG di Kabupaten Pati.
“Sampel makanan sudah kami kirim ke Semarang. Menunya ayam, tahu, dan sayuran. Saat ini belum bisa dipastikan makanan mana yang menjadi penyebab,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya tengah melakukan observasi menyeluruh terhadap proses pengolahan hingga distribusi makanan MBG.
Baca juga : Imbas Kasus Keracunan di SMAN 2 Kudus, SPPG Wajib Koordinasi dengan Puskesmas Sebelum MBG Didistribusikan
Menurut Chandra, salah satu faktor yang berpotensi menyebabkan kejadian ini adalah penyimpanan bahan baku makanan yang tidak sesuai standar.
“Raw material harus benar-benar segar. Rantai dingin juga harus terjaga. Kalau tidak fresh, mau diolah seperti apa pun tetap bisa menimbulkan masalah,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Chandra mengaku telah menginstruksikan seluruh SPPG di Kabupaten Pati untuk memperketat SOP, khususnya pada tahap penyimpanan dan distribusi makanan.
Editor : Suwoko

