Bakal Dibantu BNPB, Relokasi Rumah Warga Terdampak Longsor di Tempur Jepara Sulit Dilakukan

BETANEWS.ID, JEPARA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membantu relokasi rumah warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. 

Hal itu seperti dikatakan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto saat meninjau lokasi terdampak longsor di Desa Tempur pada Sabtu, (17/1/2026) lalu. 

Baca Juga: Jalur Utama Terdampak Longsor, Pemkab Jepara Bakal Buka Jalur Alternatif ke Desa Tempur 

-Advertisement-

Namun, Suharyanto mengatakan BNPB nantinya hanya akan membantu untuk pembangunan rumah. Sementara untuk lahan diserahkan kepada pemerintah desa maupun kabupaten. 

“BNPB yang akan membangunkan rumah. Pemerintah Kabupaten silahkan siapkan lahan untuk relokasi, karena jika bertahan akan berpotensi longsor lagi,” katanya pada Betanews.id saat meninjau longsor di Desa Tempur. 

Seperti diketahui, bencana tanah longsor yang terjadi pada Jumat, (9/1/2026) lalu selain membuat akses jalur utama menuju Desa Tempur terputus, juga menghantam rumah tinggal dan tempat usaha milik warga. 

Saat melakukan kunjungan, Suharyanto mengaku sempat berdialog dengan salah satu warga bernama Sujak yang rumahnya hancur akibat tertimpa material longsor. 

“Kami berharap Pemkab Jepara segera merelokasi dan mencarikan tempat, dan kami siap membantu,” tegasnya. 

Sementara itu, berdasarkan data dari Pemerintah Desa (Pemdes) Tempur total terdapat 11 rumah warga dan tiga tempat usaha yang saat ini terdampak longsor. 

Terkait relokasi rumah warga, Carik Tempur, Mahfudz Ali mengatakan rencana itu sepertinya sulit terealisasi. Mahfudz bercerita setelah arahan dari kepala BNPB, sejumlah pihak terkait, baik warga terdampak, Pemdes Tempur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara dan pihak lain berunding.

“Memang kayaknya enggak mungkin (direlokasi),” katanya melalui sambungan telepon pada Senin, (19/1/2026). 

Alasannya, menurut Ali, warga Desa Tempur memang rata-rata tinggal di lereng gunung yang rawan longsor. Warga terdampak juga enggan direlokasi bagaimanapun keadaannya.

“Memisahkan (warga terdampak) dengan tetangganya, itu juga masalah tersendiri. Tidak semudah yang kita bayangkan,” jelas Ali.

Kemudian terkait arahan dari Kepala BNPB agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mencari lahan untuk relokasi, Ali menyebut saat ini aset tanah pemerintah desa Tempur sudah terpakai semua.

“Aset-aset yang ada sudah terpakai semua. Aset-aset yang nganggur itu enggak ada,” imbuh Ali.

Sehingga, Ali mengatakan untuk sementara warga terdampak tidak akan direlokasi. Mereka akan tetap tinggal di tempat yang sama. Terkait biaya pembangunannya, Ali menyebut saat ini mereka sudah mendapatkan bantuan berupa uang. Bantuan itu bersumber dari berbagai pihak.

Baca Juga: Gandeng Polda Jateng, Polres Jepara Selidiki Dampak Kimia Kebakaran Pabrik Busa 

“Sementara ini, kemarin dari organisasi Ansor-Banser Kecamatan Keling, sudah cukup lumayan. Besarannya tergantung kerusakan rumah. Yang paling parah, rumah Mbah Sujak itu dapat bantuan Rp25 juta, Mbah Klimah Rp20 juta. Itu saja baru organisasi, belum dari sumber lain,” jelas Ali.

Dengan uang donasi itu, diharapkan warga terdampak bisa kembali memperbaiki rumah yang rusak akibat diterjang longsor.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER