BETANEWS.ID, KUDUS – Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU Desa Bacin, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tercampur air. Tercemarnya bahan bakar tersebut bukan kelalaian dari Pertamina tetapi dari wadah penampungan SPBU.
Penanggung jawab SPBU Bacin, Agus Purnomo menuturkan, tercampurnya BBM Pertalite dengan air terjadi saat di wadah penampungan. Menurutnya, air masuk dari atas, tidak merembes dari samping.
Baca juga:Â Longsor Menawan Makan Korban, Bupati Kudus Turun ke Lokasi Bencana
“Curah hujan beberapa hari ini cukup ekstrem. Jadi masuk melalui tutup penampungan. Namanya, tutup kan ada celahnya juga,” ujar Purnomo kepada awak media di SPBU Bacin, Selasa (13/1/2025).
Purnomo menuturkan, terakhir pengiriman Pertalite tiga hari yang lalu. Menurutnya, bahan bakar RON 92 yang dikirim oleh Pertamina tersebut dalam keadaan baik.
“Kapasitas wadah kami itu kurang lebih ada 20 ribu liter. Sementara saat ini tersisa sekira 3 ribu liter Pertalite yang tercampur dengan air,” bebernya.
Terkait sisa BBM Pertalite yang tercampur air, lanjut Purnomo, bakal menunggu dari pihak Pertamina. Pihaknya akan mengikuti arahan dari perusahaan milik negara tersebut.
“Terkait Pertalite ini kami menunggu pemeriksaan lengkap dari Pertamina. Sekaligus menunggu arahannya,” sebutnya.
Baca juga:Â Bikin Haru, Warga Kesambi Kudus ini Gelar Pernikahan di Tengah Banjir
Dia menegaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas kerugian konsumen. Pihaknya akan menanggung biaya perbaikan motor konsumen yang mogok gegara menenggak Pertalite campur air.
“Untuk saat ini sudah ada 10 pemilik kendaraan yang mengadu dan dibawa ke SPBU Bacin. Kami siap bertanggung jawab sepenuhnya, sampai motor konsumen menyala dan normal kembali,” tandas Purnomo.
Editor: Haikal Rosyada

