BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Kudus mengakibatkan banjir di beberapa titik. Salah satunya yang terdampak adalah Jalan Alternatif Kudus-Pati yang tergenang dan membuat puluhan motor mogok.
Dua dua titik di ruas Jalan Alternatif Kudus-Pati yang tergenang dan semuanya di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo. Satu titik berada di depan SD 3 Mejobo. Di lokasi tersebut jalan yang tergenang kurang lebih sepanjang 100 meter dengan ketinggian sekira 40 sentimeter.
Sedangkan yang satunya lagi di depan SMP 2 Mejobo ke timur dengan panjang kurang lebih 80 meter. Meski lebih pendek tapi genangannya lebih tinggi dan mencapai 50 sentimeter.
Baca juga: Dua Kendaraan yang Terbawa Longsor di Colo Berhasil Dievakuasi
Akibat ruas jalan yang tergenang banjir tersebut, tampak terlihat banyak kendaraan roda dua yang melintas mogok. Mesin mati mendadak tak hanya terjadi pada motor tua saja, tetapi juga yang pengeluaran kurang dari lima tahun.
Salah satunya yakni Sheyla Syauqi motornya mogok ketika melintas digenangan air yang berada di depan SMP 2 Mejobo. Menurutnya, ketika melintas di genangan yang ada di depan SD 3 Mejobo aman.
“Tadi pas melintas genangan banjir di barat (depan SD 3 Mejobo) aman. Tapi pas di sini (depan SMP 2 Mejobo) malah mogok, di sini memang lebih dalam,” ujar Sheyla.
Nasib serupa dialami oleh Suparno. Motornya mogok ketika melintas di genangan yang ada di depan SMP 2 Mejobo.
“Tadinya aman, tapi setelah berpapasan dengan truk limpasan airnya mengenai mesin dan membasahi busi, jadi motorku langsung mati,” ujar Warga Kesambi tersebut.
Baca juga: Dinding Rumah Warga Purwosari Kudus Amblas Saat Air Sungai Meluap
Suparno mengaku, tiap hari memang melintas di Jalan Mejobo Kudus-Pati. Karena ini adalah akses terdekat dari tempat tinggalnya. Ia juga mengungkap, bahwa dua titik di ruas jalan tersebut sering tergenang cukup tinggi ketika hujan deras.
“Setiap musim hujan pasti kebanjiran. Oleh karena itu kami berharap ada langkah penanganan dari pemerintah, agar jalan tak ada lagi genangan. Kasihan masyarakat, banyak yang motornya mogok,” sebutnya.
Editor: Suwoko

