31 C
Kudus
Jumat, Februari 27, 2026

Pembangunan Kopdes Merah Putih di Tambaharjo Pati Ditolak Warga

BETANEWS.ID, PATI – Penolakan pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, mendadak menjadi sorotan publik. Sebuah video yang memperlihatkan protes warga terhadap rencana pembangunan tersebut viral di media sosial dan memantik perdebatan luas di jagat maya.

Penolakan itu muncul karena pembangunan Kopdes Merah Putih dinilai akan memakan area lapangan sepak bola desa serta mengancam keberadaan sejumlah ruko di sekitarnya. Dalam video yang beredar pada Senin (5/1/2026), tampak sejumlah warga terlibat adu argumen dengan beberapa orang yang diduga merupakan perwakilan Pemerintah Desa (Pemdes) Tambaharjo.

Baca Juga: Potret Kemeriahan Haul Sunan Prawoto, Jadi Magnet Wisata Budaya dan Religi

-Advertisement-

Warga, khususnya dari kalangan pemuda, menyatakan keberatan keras atas rencana pembangunan tersebut. Sebab, lapangan sepak bola yang terdampak merupakan fasilitas olah raga yang aktif digunakan dan menjadi pusat kegiatan kepemudaan desa.

”Lama-lama tak ada lapangan sepakbola gara-gara diserobot kopdes merah putih. Sudah terjadi di berbagai daerah, gerai koperasi desa merah putih dibangun di lapangan sepakbola yang seharusnya dibuat olahraga. Kali ini terjadi di desa tambaharjo pati jawa tengah,” tulis pemilik akun Instagram @feedgramindo.

Salah satu warga yang terdampak, Sutarno, turut menyuarakan penolakannya. Ia mengungkapkan bahwa warung nasi miliknya yang berdiri di samping lapangan berpotensi tergusur jika pembangunan kopdes tetap dilanjutkan di lokasi tersebut.

”Orang terlantar dipelihara negara, orang sudah berdiri (mandiri) jangan ditelantarkan. Dan bangun ini harusnya pakai logika. Harusnya ada pro dan kontra antara pemdes dan BPD. Kenapa harus setuju semuanya,” ujarnya, Selasa (6/1/2025).

Sutarno menegaskan, bahwa dirinya tidak menentang program Kopdes Merah Putih secara keseluruhan. Namun, ia keberatan jika pembangunannya harus mengorbankan fasilitas umum yang sudah ada, terlebih ketika masih tersedia banyak lahan alternatif milik desa.

”Lebih baik KDMP itu dipindah di lokasi lain. Jadi tidak mengganggu fasilitas umum. Di sebelah utara juga ada tanah desa, di sebelah barat lapangan ada, terus di belakang ruko Jalan Payang juga ada. Banyak sekali lokasinya. Saya ndak tahu kenapa dipaksakan di sini,” imbuhnya.

Penolakan serupa juga disampaikan Abdul Jabar, perwakilan warga sekaligus pengurus sepak bola Desa Tambaharjo. Ia khawatir pembangunan Kopdes Merah Putih akan mematikan perkembangan olah raga sepak bola yang selama ini tumbuh aktif di desa tersebut.

”Kalau sepakbola sudah dibunuh karakternya, nanti kita mau olahraga di mana gitu enaknya,” ucapnya.

Sementara, Pemdes Desa Tambaharjo mengungkapkan pihaknya dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sudah rembugan menentukan lokasi Kopdes Merah Putih. Mereka akhirnya menetapkan pembangunan Kopdes Merah Putih di lapangan desa.

Hal ini karena, lokasi tersebut strategis dan dekat dekat dengan jalan raya. Sehingga, dinilai lokasi tersebut cocok untuk pendirian Kopdes Merah Putih Desa Tambaharjo.

”Yang pertama sudah Musyawarah Desa (Musdes) ditentukan di sini yang notabene-nya yang kemaunya desa. Itu penataan di wilayah Dukuh Beran sini ini biar rapi tambah bagus ada Koperasi bisa meningkatkan perekonomian di wilayah Dukuh Beran utamanya,” ujar Sulono, Perangkat Desa Tambaharjo.

Ia juga membantah isu keberadaan pembangunan Kopdes Merah Putih nanti merusak lapangan sepak bola. Sulono mengakui, sebagian lahan lapangan sepak bola ikut terkena proyek kopdes.

Dari luas gerai Kepdes Merah Putih selebar 20 × 30 meter, lahan lapangan sepabola yang terkena sekitar 2 × 30 meter. Sulono mengatakan nantinya lapangan bakal digeser ke utara agar sesuai standar.

”Yang kedua lapangan itu bukannya dirusak mas, ya maaf itu hanya digeser toh itu lokasinya masih digeser ke kiri kanan itu masih sangat luas,” katanya.

Baca Juga: Rp5 Miliar DD untuk 22 Desa di Pati Tidak Cair

Pemdes Tambaharjo juga berjanji bakal menata lapangan sepakbola agar lebih indah. Pihaknya berkomitmen ikut mengembangkan sepabola.

”Jadi nanti ditata oleh desa dengan lokasi yang strategis ditata. Nanti pinggirannya ditata biar nanti kedepannya lebih bagus lagi lapangannya,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER