BETANEWS.ID, PATI – Produksi tangkapan ikan laut di Kabupaten Pati tercatat mencapai 56.845 ton sepanjang Januari hingga November. Angka tersebut dihimpun berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati.
Meski capaian sementara sudah menyentuh puluhan ribu ton, DKP memperkirakan total produksi hingga akhir tahun tidak akan mengalami lonjakan signifikan.
Baca Juga: Tak Ada Perayaan Tahun Baru 2026 di Pati, Pemkab Ungkap Alasannya
Kepala DKP Kabupaten Pati, Hadi Santoso menyebutkan, bahwa hasil tangkapan ikan tahun ini diprediksi hanya berada di kisaran 60 ribu hingga 65 ribu ton. Jumlah tersebut mengalami penurunan cukup tajam dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai 88 ribu ton.
“Di akhir bulan Desember nanti itu kami perkirakan hanya sekitar 60.000 sampai 65.000 ton itu menurun dibanding tahun sebelumnya yang tahun 2024 itu sampai 88.000 ton,” ujar Hadi.
Menurut Hadi, penurunan produksi tangkapan ikan dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Selain kondisi cuaca ekstrem yang membatasi aktivitas melaut, tingginya biaya operasional nelayan turut menjadi kendala. Faktor lain berasal dari rehabilitasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) I yang menyebabkan sebagian kapal nelayan tidak dapat melakukan pembongkaran di lokasi tersebut.
“Dermaga TPI I itu direhabilitasi dibongkar, sebagian itu ada kapal yang bersandar di Rembang,” jelasnya.
Berdasarkan catatan DKP, hasil tangkapan ikan laut tertinggi terjadi pada bulan Oktober dengan total mencapai 8.504 ton. Sementara itu, produksi terendah tercatat pada bulan April dengan jumlah 2.196 ton.
“Bulan Maret itu melonjak, karena di bulan Maret itu kan ada lebaran, kalau musim puasa dan lebaran kapal pasti datang semua, nanti setelah itu baru pergi lagi menurun lagi kemudian paling tinggi di bulan Oktober kemarin,” katanya.
Baca Juga: Jelang Natal, Taman Bunda Maria Gereja Santa Theresia Tayu Jadi Magnet Wisata Religi
Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan bahwa sebagian besar hasil tangkapan ikan laut di Kabupaten Pati masih terpusat di TPI I dan TPI II Bajomulyo, Kecamatan Juwana. Kedua TPI tersebut menjadi penyumbang utama produksi ikan laut daerah.
“Kalau TPI II itu totalnya itu ada sekitar 40.000 ton, kemudian TPI I ada 15.000 ton. Kemudian yang di lainnya memang kecil-kecil karena perahu atau kapalnya di bawah 10 GT, di Banyutowo sama Puncel,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

