31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

ITB dan PT KSB Bangun Sistem Air Bersih Berbasis Panel Surya di Tumpangkrasak Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih di Kabupaten Kudus mendapat dukungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT KSB Indonesia. Melalui program pengabdian masyarakat dan Corporate Social Responsibility (CSR), keduanya membangun sistem penyediaan air bersih berbasis panel surya di Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. Ia menilai ketersediaan air bersih merupakan syarat utama bagi sebuah daerah, sekaligus kebutuhan pokok masyarakat yang berdampak langsung pada kesehatan.

Baca Juga: Berkunjung ke Kudus, Zulhas Bagikan Beras dan Klaim Mafia Pangan Sudah Tidak Ada

-Advertisement-

“Alhamdulillah, Tumpangkrasak mendapat dua sumur, satu dari ITB dan satu dari KSB. Air bersih ini menjadi syarat sebuah kota, karena ketika air bersih terpenuhi, kesehatan masyarakat juga ikut terjamin,” katanya usai peresmian Pamsimas, Senin (22/12/2025).

Sam’ani juga menyampaikan terima kasih kepada ITB yang telah berkontribusi langsung melalui program pengabdian masyarakat. Ke depan, Pemkab Kudus berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut.

“Nantinya kami minta lagi supaya di Kudus ada slot dan CSR lagi. Kami ingin pengabdian ini menjadi pengabdian yang luar biasa, terutama untuk masyarakat terkait kebutuhan air bersih. Air bersih ini menjadi kendala saat cuaca tertentu dan perlu perhatian khusus,” ujarnya.

Selain penyediaan air bersih, proyek ini juga memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi. Menurut Sam’ani, penggunaan energi terbarukan sejalan dengan upaya pengembangan energi hijau di Kudus.

“Panel surya ini merupakan energi terbarukan, energi hijau. Nanti akan kita galakkan di Kudus. Ini inovasi yang luar biasa, terima kasih ITB,” imbuhnya.

Direktur Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Zulfiadi Zulhan menjelaskan, bahwa Desa Tumpangkrasak dipilih karena permasalahan kualitas air tanah dangkal yang mulai tercemar.

“Di daerah ini sebenarnya tidak pernah kering, tetapi kualitas airnya sudah berubah. Jarak sumur warga dengan septic tank terlalu dekat, sehingga sebagian sumur tercemar bakteri ecoli,” jelasnya.

Karena itu, ITB mengusulkan pengeboran sumur dalam hingga kedalaman 50–80 meter agar mendapatkan air yang lebih aman dan berkualitas. Dari hasil pengujian, air tanah dinilai stabil dan aman meski dipompa dalam waktu lama.

“Debit pompa satu PK sekitar 1,2 meter kubik per jam. Untuk mengisi tandon sekitar 18,8 meter kubik dibutuhkan waktu kurang lebih 15,6 jam. Saat diuji 24 jam, muka air tanah tetap stabil di kedalaman 4,54 meter, dengan total kedalaman sumur 80 meter,” paparnya.

Sistem ini dirancang untuk melayani warga Dukuh Krajan RW 3, 4, dan 5 dengan jumlah sekitar 1.981 jiwa. Pengelolaannya ke depan direncanakan melibatkan BUMDes atau Kopdes Merah Putih bersama masyarakat setempat.

Sementara itu, Direktur PT KSB Indonesia Arman Reyes Furqon mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen CSR perusahaan di bidang penyediaan air bersih dan kebencanaan.

“Kami produsen pompa, tentu fokus kami terkait air dan penyediaan air bersih. Ini juga merupakan produk teknologi terbaru kami, pompa yang digabungkan dengan energi panel surya, yang baru kami perkenalkan di Indonesia pertengahan tahun ini,” ungkapnya.

Ia menyebut, Desa Tumpangkrasak menjadi lokasi pertama implementasi pompa berbasis panel surya tersebut di Indonesia.

“Ini pionir. Produk berbasis panel surya ini pertama kali kami implementasikan di Indonesia, tepatnya di Desa Tumpangkrasak. Ke depan akan kami evaluasi bersama ITB untuk diterapkan di daerah lain,” katanya.

Baca Juga: Warga Blora Dibekuk Polres Kudus, Gelapkan Uang Rp 308 Juta Petani Tebu PG Rendeng Buat Judol

Menurut Arman, keunggulan utama sistem ini bukan hanya pada efisiensi energi, tetapi juga kontribusinya terhadap pengurangan emisi karbon.

“Yang terpenting dari energi hijau ini adalah penurunan karbon, sehingga lebih ramah lingkungan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER