BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, Bendung Wilalung yang berada di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus tampak ramai oleh warga yang ingin menikmati waktu jelang buka puasa. Ada yang bergerombol duduk di atas motor, ada juga yang duduk di atas hamparan rumput hijau, serta beberapa yang lain berswafoto dengan latar belakang bangunan waduk.
Kendaraan roda dua yang melintasi jalan bendung yang menghubungkan Kabupaten Kudus dan Kabupaten Demak sore itu juga tampak ramai. Tak jarang para pengendara membunyikan klakson karena merasa perjalanannya terhambat.

Suara bising itu ternyata tidak begitu mengganggu Kirman, yang masih terlihat asyik menikmati pemandangan bendung. Bersama anak, istri, dan kerabat, dia jauh-jauh datang dari Kabupaten Jepara demi menikmati ngabuburit di Bendung Wilalung.
Selama bulan Ramadan, dia selalu mencari tempat untuk ngabuburit. Hari itu, Kirman memilih Bendung Wilalung, lantaran penasaran dengan bangunan serta keindahan alamnya.
Baca juga: Padureksan, Gapura Masjid Wali Jepang yang Dibuat Sunan Kudus dan Filosofinya
“Ternyata tempatnya asyik. Pemandangannya bagus. Suasananya juga ramai. Terbayar sudah rasa penasaran saya,” ungkap warga Perumahan Kuas Harjo, Kabupaten Jepara saat ditemui, Minggu (3/5/2020).
Hal senada juga disampaikan Yuliani (35), yang mengaku hampir setiap sore datang ke Bendung Wilalung untuk ngabuburit. Kadang dia datang bersama keluarga, dan tak jarang pula datang bersama teman-temannya.
“Soalnya tempatnya itu asyik. Pemandangannya hijau, anginnya juga sepoi-sepoi serta cocok buat foto-foto. Tapi sayangnya agak berisik suara knalpot motor lewat,” ungkap warga Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak itu.
Di sisi lain, Koordinasi Lapangan (Korlap) Bendung Wilalung Noor Ali (43) menuturkan, bangunan yang futuristik serta pemandangan yang elok membuat bendungan yang dibangun pada masa Belanda itu cukup diminati masyarakat sekitar untuk dijadikan tempat ngabuburit, terutama para remaja.
Baca juga: Sambal Terasi dan Botok jadi Menu Favorit di Warung Mbak Tari
Oleh sebab itu, tambahnya, setiap sepekan tiga kali di waktu sore, ia datang ke Bendung Wilalung untuk memantau keadaan. Sebab, pengalaman tahun sebelumnya, pernah terjadi sebuah insiden kenakalan remaja.
“Soalnya suasananya cukup ramai. Maka dari itu saya ingin memastikan keadaan di Bendung Wilalung tetap kondusif. Bila ada sesuatu yang tidak diinginkan saya bisa secepatnya mengontak Polsek Undaan,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

