BETANEWS.ID, JEPARA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo bakal mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk menambah bangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Jepara.
Usulan penambahan itu dilakukan sebab saat ini, di Kabupaten Jepara baru terdapat satu SLB yang sudah beroperasi. Yaitu di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan.
Baca Juga: Mulai Dibangun Tahun Ini, Sekolah Rakyat di Pakis Aji Jepara Mampu Tampung 1.200 Siswa
Lokasinya yang berada di dekat area kota, membuat para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus namun bertempat tinggal di area yang jauh dari pusat kota mengalami kendala jarak untuk menyekolahkan anaknya.
“Untuk SLB baru akan kita ajukan ke Pak Gubernur agar pelayanan pendidikan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” kata Wiwit usai menghadiri peringatan Hari Disabilitas Internasional di SLB Jepara, Kamis (27/11/2025).
Tidak hanya itu, Wiwit mengatakan dalam rangka Hari Disabilitas ia akan mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas, baik dalam akses pendidikan maupun kesempatan kerja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menurutnya berkomitmen untuk meningkatkan sarana dan pelayanan bagi anak-anak disabilitas di Jepara.
“Kami akan koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menambah fasilitas-fasilitas yang ada agar anak-anak disabilitas di Jepara bisa terlayani sepenuhnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Jepara, Mohamad Arief Prawijiyanto menyebutkan SLB Negeri Jepara saat ini memiliki 468 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
Terdiri dari 257 siswa laki-laki dan 214 perempuan. Dengan klasifikasi Tuna Netra sebanyak 25 anak, Tuna Rungu Wicara 193 anak, Tuna Grahita 205 anak, Tuna Daksa 15 anak, dan Autisme sebanyak 20 siswa.
Dalam peringatan hari disabilitas, Arif menegaskan pendidikan inklusif merupakan bentuk kesetaraan hak bagi anak-anak disabilitas.
“Ini wujud kesempatan bagi anak-anak kami agar memiliki hak yang sama untuk menempuh pendidikan, dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi,” katanya.
Salah satu Wali Murid SMPLB Senenan, Dina Laila bercerita setiap hari Senin-Jumat, ia selalu mengantarkan anaknya dari rumahnya di Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo ke SLB Jepara Senenan.
Hal itu dilakukannya selama delapan tahun terakhir atau sejak anaknya duduk di bangku SDLB hingga sekarang duduk di kelas 1 SMP LB.
Baca Juga: Diduga Dikriminalisasi Karena Tolak Tambang Sumberrejo, Warga Jepara Ngadu ke Komnas HAM
Ia berharap jika ada SLB baru yang dibangun bisa ditempatkan di kawasan Jepara utara sehingga memudahkan anak penyandang disabilitas dari wilayah Mlonggo, Bangsri, Kembang dan sekitarnya.
“Saya mendukung upaya Pak Bupati. Kalau terealisasi itu sangat membantu kami, biaya riwa riwi juga bisa ditekan karena suami saya hanya tukang kayu biasa,” ujar Dina.
Editor: Haikal Rosyada

