BETANEWS.ID, JEPARA – Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk mengisi delapan posisi kepala dinas dan kepala badan di Kabupaten Jepara kini mulai memasuki tahap akhir.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melalui surat pengumuman Nomor: 108/PANSEL.JPTP.JPR/XI/2025 sudah mengumumkan tiga nama besar dari masing-masing formasi jabatan kepala dinas dan kepala badan yang saat ini kosong.
Baca Juga: Punya Cagar Budaya, Kawasan Pecinan di Welahan Jepara Bakal Kembali Dihidupkan
Akan tetapi, karena terdapat satu instansi yang dilakukan masa perpanjangan pendaftaran, yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), maka baru tiga nama besar dari tujuh formasi yang diumumkan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar menjelaskan tiga nama itu sebelumnya sudah diusulkan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mendapatkan surat rekomendasi.
“Setelah ada surat rekomendasi dari BKN, nanti akan kita serahkan kepada Pak Bupati selaku PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) untuk memilih salah satu calon kandidat,” kata Ary pada Betanews.id, Senin (24/11/2025).
Tiga formasi JPTP yang sudah diumumkan yaitu Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD), Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda).
Kemudian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan saat ini ia belum bisa memilih satu calon dari tiga nama besar yang sudah diumumkan.
Sebab untuk penentuan calon Kepala Disdukcapil, nantinya yang memilih adalah dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) langsung.
Dari tiga nama besar di formasi Disdukcapil, terdapat dua nama yang juga masuk dalam tiga nama besar di formasi lain.
Baca Juga: Ditolak Pengusaha, Buruh Jepara Sepakat Bakal Kembali Ajukan UMSK 2026
Sehingga, ia masih menunggu arahan dari Kemendagri untuk penentuan satu nama yang nantinya dipilih menjadi kepala dinas.
“Kita masih menunggu arahan dari pusat karena ada kandidat di Disdukcapil sama BPSDM itu hampir sama. Sehingga kita akan menunggu dari Kemendagri, kita memilihnya seperti apa. Biar nanti tidak double. Kalau double kan jadi masalah juga,” kata Wiwit.
Editor: Haikal Rosyada

