Dekorasi Janur Kelapa Kembali Jadi Primadona, Perajin Pati Kebanjiran Pesanan

BETANEWS.ID, PATI – Siapa sangka janur kelapa yang dulu identik dengan tradisi adat kini kembali naik daun di dunia dekorasi modern. Sentuhan alami dari helai janur yang dirangkai indah kini makin digemari, terutama untuk acara pernikahan dan prosesi adat seperti tedak siten.

Tren ini makin populer setelah beberapa artis ibu kota, termasuk Luna Maya, menggunakan dekorasi bernuansa janur dalam prosesi adatnya. Sejak itu, permintaan terhadap dekorasi berbahan janur pun melonjak tajam, terutama di musim pernikahan.

Baca Juga: Pernah Rugi Ratusan Juta Rupiah, Purnomo Kini Sukses Geluti Budidaya Jamur, Hasilkan 100 Kg per Hari

-Advertisement-

Salah satu perajin yang turut merasakan berkah tren ini adalah Tutut Dwi Budiyanto, warga Dukuh Juwanalan, Kelurahan Pati Kidul, Kecamatan/Kabupaten Pati. Lelaki berusia 59 tahun itu mengaku kewalahan menerima pesanan dekorasi janur sejak awal tahun.

“Kalau pas ramai musim nikah, dalam satu malam saya bisa buat sampai 10 pasang kembar mayang dan 10 penjor,” ujar Tutut.

Karya Tutut beragam, mulai dari kembar mayang, umbul-umbul janur (penjor), anyaman bleketepe, hingga gembung tuwuhan, yang kerap dipadukan dengan bunga, sayur, buah, dan ornamen adat lainnya. Harga kreasinya pun bervariasi, antara Rp300 ribu hingga Rp700 ribu, tergantung tingkat kerumitan.

Menurutnya, janur sendiri bukan sekadar hiasan. Kata “janur” berasal dari serapan bahasa Arab sejatining nur, yang berarti sejatinya cahaya atau penerangan.

Lebih lanjut ia menyampaikan, bahwa dalam budaya Jawa, janur dipercaya sebagai simbol doa dan harapan akan kemakmuran, kesuburan, serta kebahagiaan bagi pasangan pengantin.

Menariknya, keterampilan merangkai janur Tutut diperolehnya secara otodidak sejak tahun 1994. Kini, ia dikenal sebagai sesepuh perajin janur di Kabupaten Pati, bahkan telah menularkan ilmunya ke puluhan perajin lain yang tersebar di 21 kecamatan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Bamantara Guppy Farm, Hobi yang Berubah Jadi Sumber Rezeki

“Saya senang banyak anak muda mulai tertarik belajar. Jangan sampai janur hilang tergantikan plastik atau bahan sintetis,” tambahnya.

Kini, karya janur Tutut tak hanya menghiasi acara-acara adat di Pati, tapi juga telah menembus pesanan hingga luar Jawa. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER