31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Baru Tercapai Rp3,7 M, Pendapatan PDAM Kudus 2025 Terancam Tak Capai Target

BETANEWS.ID, KUDUS – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Muria Kudus menghadapi tantangan berat dalam mencapai target pendapatan tahun 2025. Pasalnya, hingga akhir September realisasi pendapatan baru tercapai Rp3,7 miliar dari target Rp6,7 miliar.

Direktur Perumda Tirta Muria Kudus, Winarno, mengakui bahwa capaian tersebut belum sesuai harapan. Namun, pihaknya tetap optimis dapat menembus angka Rp5 miliar pada tahun ini melalui langkah efisiensi dan optimalisasi pelayanan.

Baca Juga: Pemuda Diduga Dibegal di Karangbener Ternyata Hanya Cekcok dengan Teman Sendiri

-Advertisement-

“Kalau ditarget Rp6,7 miliar memang agak berat. Sebab penyesuaian tarif tahun 2018 belum bisa dilaksanakan,” ujar Winarno di Desa Medini, Kecamatan Undaan, belum lama

Menurutnya, penyesuaian tarif tersebut sebenarnya sudah ditetapkan oleh Bupati Kudus, namun hingga kini belum dapat diberlakukan. Akibatnya, pendapatan perusahaan masih tertekan.

Winarno menjelaskan, pihaknya melakukan efisiensi di sejumlah pos anggaran agar keuangan perusahaan tetap sehat. Pemangkasan dilakukan tanpa mengorbankan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Kita memang harus hemat. Ada beberapa anggaran yang dipangkas sebagai langkah antisipasi untuk tahun-tahun mendatang. Pemerintah juga mengarahkan agar semua instansi mengutamakan efisiensi,” tuturnya.

Meskipun kebijakan penghematan memengaruhi beberapa aspek pelayanan, Winarno memastikan pihaknya tetap menjaga kontinuitas suplai air bersih bagi pelanggan.

Terkait tunggakan, ungkap Winarno, tunggakan pelanggan Perumda Tirta Muria tergolong rendah. Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kudus untuk menagih pelanggan yang menunggak pembayaran air.

“Tapi pembayaran piutang itu tidak dihitung sebagai pendapatan perusahaan, melainkan masuk ke dana cadangan,” jelasnya.

Hingga saat ini, jumlah pelanggan Perumda Tirta Muria Kudus tercatat sekitar 52 ribu sambungan aktif. Angka tersebut relatif stagnan dalam beberapa tahun terakhir.

“Meski kita gencar promosi dan bisa menambah seribu pelanggan baru, tapi yang lepas juga ada sekitar lima ratus. Jadi angkanya masih stagnan di situ,” ujar Winarno.

Dia menuturkan, Perumda Tirta Muria mengoperasikan 67 sumur aktif untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat Kudus. Tarif air yang berlaku masih berada di angka Rp42.600 untuk pemakaian 10 kubik.

Baca Juga: Pemuda Diduga Dibegal di Karangbener Ternyata Hanya Cekcok dengan Teman Sendiri

Meski kemungkinan target tak tercapai, Winarno menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyerah. Tahun ini, Perumda Tirta Muria menargetkan realisasi pendapatan mendekati Rp5 miliar, dengan strategi optimalisasi layanan dan peningkatan efisiensi di semua lini.

“Kita optimis saja. Berusaha semaksimal mungkin di angka Rp5 miliar. Mudah-mudahan kondisi lapangan mendukung,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER