BETANEWS.ID, KUDUS – Jalur pendakian Gunung Muria, tepatnya di jalur Puncak Natasangis, kawasan Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, ditutup sementara mulai hari ini. Penutupan ini dilakukan imbas adanya korban yang terjatuh di Puncak Bayangan di bawah Puncak Natasangin, Selasa (28/10/2025) malam.
Penjaga Retribusi Bacecamp Natasangis, Selamet Kusmanto mengatakan, penutupan jalur pendikan di sana mulai diberlakukan hari ini, Rabu (29/10/2025) hingga Selasa (4/11/2025). Hal itu untuk mengantisipasi supaya tidak ada kejadian serupa.
Baca Juga: RS Mardi Rahayu Gelar Gathering untuk Komunitas Peduli Stroke
“Berhubung adanya korban yang terjatuh di Puncak Bayangan, sehingga jalur pendakian sementara ditutup. Kita rehat sejenak sambil melakukan evakuasi jalur,” bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (29/10/2025).
Alasan penutupan, kata Selamet, demi menjaga jalur pendakian agar tetap aman, usai ada kejadian korban terjatuh. Sehingga pihak pengelola jalur pendakian tidak memperbolehkan ada aktivitas pendakian di jalur tersebut.

“Jadi untuk sepekan ke depan seluruh aktivitas pendakian di jalur Natasangis sama sekali tidak diperbolehkan. Ini untuk menjaga jalur agar bisa kembali normal,” terangnya.
Pihaknya mengimbau para pendaki, untuk tetap waspada ketika melakukan pendakian, baik solo maupun rombongan. Apalagi ketika cuaca musim penghujan seperti ini.
Baca Juga: Terjatuh di Puncak Bayangan Pegunungan Muria, Pendaki Berhasil Diselamatkan
“Kalau bisa untuk para pendaki tidak melakukan pendakian di musim penghujan seperti saat ini. Karena sangat berisiko dan membahayakan bagi keselamatan,” jelasnya.
Mengingat di kala musim penghujan, tambahnya, tanah jalur pendakian dalam kondisi licin dan dapat berpotensi buruk bagi para pendaki.
Editor: Haikal Rosyada

