Cerita Pengurus Koperasi Merah Putih di Jepara: Bingung Meski Banyak Informasi 

BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) berupaya untuk mempercepat pembangunan gerai, gudang, dan bangunan fisik lainnya untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Percepatan itu dilakukan dengan menggandeng PT Agrinas Pangan Nusantara yang kemudian bekerjasama dengan TNI. Total terdapat 800 unit koperasi yang kini sedang dibangun. 

Baca Juga: Bangun Gerai UMKM di Sekolah, Perumda Jepara Buka Peluang Kerjasama

-Advertisement-

Di Kabupaten Jepara, pembangunan itu menyasar tujuh unit koperasi. Salah satunya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tubanan, Kecamatan Kembang.  

Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan unit koperasi tersebut dilakukan pada Jumat, (17/10/2025) lalu. Bersamaan dengan 799 unit koperasi Merah Putih lainnya di seluruh Indonesia. 

Ketua KDMP Tubanan, Sutris bercerita usai peletakan batu pertama hingga saat ini, memang belum terdapat aktivitas pembangunan kembali. 

Sebab, dari informasi yang ia terima pembangunan itu baru akan dilanjutkan sekitar bulan depan.  

“Kemarin baru peletakan batu pertama, belum dilanjut lagi. Saat saya tanyakan, awal bulan nanti baru akan dibangun. Ini masih proses penyusunan RAB. Target selesainya di akhir Januari 2026,” kata Sutris pada Betanews.id saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (22/10/2025). 

Terkait bagaimana jalannya operasional koperasi nantinya, Sutris mengaku sampai saat ini belum terdapat informasi yang pasti. 

Sebelumnya, Sutris mengatakan memang sudah mendapat sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) terkait pelaksanaan Koperasi Merah Putih. 

Pada Jumat, (17/10/2025) lalu, ia bersama anggota KDMP Tubanan juga sudah bertemu dengan Asisten Bisnis atau Pendamping Koperasi yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat. 

Akan tetapi, Sutris mengatakan dari pihak pendamping sendiri sampai saat ini juga belum mendapat arahan yang pasti terkait bagaimana pendampingan untuk para pengurus Koperasi Merah Putih. 

“Sosialisasi dan Bimtek memang sudah ada, meskipun belum sepenuhnya. Tapi bagaimana teknis selanjutnya kita masih bingung. Pendamping juga masih menunggu arahan terkait bagaimana pendampingan ke koperasi,” ungkap Sutris. 

Kebingungan itu menurut Sutris, juga termasuk soal pendanaan. Dari informasi awal yang ia terima, Sutris mengatakan KDKMP yang saat ini sedang proses pembangunan, nantinya akan mendapat bantuan anggaran senilai Rp3 miliar. 

Anggaran itu digunakan untuk pembangunan gedung sekitar Rp500 juta dan sisanya untuk operasional serta modal unit usaha di koperasi. Anggaran itu nantinya akan disalurkan oleh pemerintah pusat melalui Danantara ke PT Agrinas. 

“Tapi dari informasi terbaru yang baru kita terima kemarin, seluruh pembiayaan nanti bukan dari PT Agrinas tetapi dari BRI untuk pembangunan dan kegiatan modal usaha,” katanya. 

Hanya saja, penyaluran bantuan dana dari pihak BRI menurutnya memiliki syarat. Yaitu seluruh pengurus maupun pengawas harus bersih dari tunggakan macet di BRI. 

Baca Juga: Siapkan Anggaran Rp700 Juta, Pemkab Jepara Bakal Sulap Taman Kanal Jadi Sentra UMKM 

Terkait persyaratan itu, Sutris mengatakan memang belum berkoordinasi lebih lanjut dengan 14 anggota lainnya. Hanya saja, ia mengaku cukup keberatan dengan adanya persyaratan tersebut. 

“Itu juga jadi beban bagi pengurus. Karena kami bekerja saja belum terima hasil, tapi sudah dibebani dengan urusan pribadi di BRI,” keluhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER