BETANEWS.ID, JEPARA – Wakil Bupati Jepara, sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Muhammad Ibnu Hajar mengingatkan kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jepara agar selalu menggunakan bahan makanan yang berkualitas.
Apabila ditemukan bahan makanan yang kondisinya tidak baik, Hajar berpesan agar pengelola SPPG tidak segan untuk mengganti bahan tersebut.
Baca Juga: Pemkab Jepara Janjikan Krisis Air di Kedungmalang Segera Teratasi dalam Waktu SebulanÂ
“Jika ditemukan bahan baku yang kualitasnya kurang baik, jangan dipaksakan. Segera diganti dengan yang baru,” katanya pada Kamis, (2/10/2025).
Hajar juga mengingatkan bahwa proses pengolahan menu MBG harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditentukan serta dilengkapi dengan sertifikasi yang diperlukan.
Selain itu, ia menghimbau agar makanan yang disediakan tidak dibawa pulang. Hal ini untuk mencegah perubahan kualitas makanan yang bisa saja terjadi jika tidak segera dikonsumsi.
“Kita akan memastikan pemantauan MBG akan terus kita lakukan agar kualitas makanan yang disajikan tetap terjaga dan tujuan program pemenuhan gizi bagi siswa dapat tercapai,” ujarnya.
Saat ini, Hajar mengatakan di Kabupaten Jepara total terdapat 35 dapur SPPG yang sudah didirikan. Namun dari jumlah tersebut, baru 27 SPPG yang sudah beroperasi dan menyalurkan MBG bagi para penerima manfaat. Terdiri dari siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, serta 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-PAUD.
Baca Juga: Mulai 1 Oktober, Jam Kerja ASN Jepara Alami PerubahanÂ
Sedangkan secara keseluruhan, sesuai data dari Badan Gizi Nasional (BGN) Hajar mengatakan Kabupaten Jepara membutuhkan 131 dapur SPPG. Namun lima diantaranya nantinya akan dibangun sendiri oleh BGN, termasuk di Kecamatan Karimunjawa.
Kemudian untuk target penerima manfaat program MBG di Kabupaten Jepara yaitu 383.701. Dengan rincian 289.839 siswa, dan 93.808 penerima manfaat 3B.
Editor: Haikal Rosyada

