31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Bupati Sudewo Dideadline 14 Hari untuk Tutup Tambang di Wilayah Pegunungan Kendeng Pati

BETANEWS.ID, PATI – Pendemo mendesak Bupati Pati Sudewo untuk menutup tambang di wilayah Pati Selatan atau Pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati. Massa memberikan deadlile kepada bupati selama 14 hari ke depan.

Gunretno, Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) menyampaikan, bahwa desakan untuk menutup tambang yang ada di wilayah Kendeng tersebut, karena aktivitas penambangan berdampak besar terhadap kerusakan lingkungan.

Baca Juga: Satu Anggota Pansus Pemakzulan Sudewo dari PDIP Resmi Diganti

-Advertisement-

”Kami berikan deadline kepada Pak Sudewo dalam waktu 14 hari ini kami menuntut penutupan tambang di wilayah pegunungan kendeng, terutama galian C di Pegunungan Sukolilo dan Kayen,” ungkapnya.

Bila dalam kurun waktu 14 hari tersebut Bupati Pati Sudewo tak memenuhi tuntutan, pihaknya mengancam akan melakukan aksi serupa dan bakal terus menuntut Bupati Pati Sudewo.

”Kami minta ditutup itu kami punya argumentasi. Hasil Lingkungan Strategis nilai valuasi ekonomi itu adanya tambang merugikan masyarakat Pati,” imbuhnya.

Menurutnya, di wilayah Pegunungan Kendeng Pati ada 17 tambang. Dari jumlah itu, disebut-sebut ada  empat diantaranya legal. Namun ia menilai, meskipun tambang itu legal, tetapi juga merusak lingkungan.

Untuk itu, pihaknya mendesak kepada Bupati Pati Sudewo untuk juga menutup tambang itu juga.

”Karena sampai sekarang dinyatakan ada 4 tambang yang dinyatakan berizin dan kami menanyakan sejauh mana izinnya kepada ESDM. Tapi belum ada jawaban jelas. Ada 60 item yang harus ditepati oleh para penambang. Tapi belum ada dari ESDM membuktikan bahwa itu dilakukan,” ujar Gunretno usai audiensi dengan Bupati Pati Sudewo.

Diketahui, audiensi itu digelar di sela aksi demo di depan Gedung DPRD Kabupaten Pati atau samping pendapa Kabupaten Pati, Rabu (24/9/2025).

Aksi ini merupakan salah satu bentuk aksi peringatan Hari Tani Nasional. Selain dari JMPPK, Serikat Petani Pati, Sukolilo Bangkit hingga petani dari Pundenrejo Pati mengikuti aksi tersebut.

Baca Juga: Demo Hari Tani, Petani Gelar Aksi di Depan DPRD Pati

Gunretno juga menjabarkan kerugian dari aktivitas penambangan ini. Di antaranya, Pati selatan menjadi wilayah langganan banjir saat musim hujan dan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

”Kerugian lingkungan, taruhlah rumah air. sekarang tidak bisa menyerap air sehingga terjadi kekeringan dan bajir. ini yang awalnya bisa nanam lima kali, ini dua saja sudah baik,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER