31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Tanggapi Pemudik Bandel, Ganjar: ‘Tolong Jangan Ngumpet-Ngumpet, Bahaya!’

BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terus mewanti-wanti dan minta tolong kepada pemudik untuk tidak nekat pulang kampung dengan cara sembunyi-sembunyi. Ini disampaikannya setelah banyak laporan para perantau tidak mengindahkan larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Saya dikirimi beberapa gambarnya. Ada yang mobilnya dimasukkan ke dalam truk, ditutupi barang, ada juga, nggak tahu benar apa tidak, orang naik kontainer. Tolong jangan Ngumpet-ngumpet, bahaya,” tegas Ganjar, Selasa (28/4/2020).

Ganjar menegaskan, mudik dengan cara sembunyi-sembunyi akan berbahaya tidak hanya bagi kesehatan, tapi juga nyawa. Dirinya mengambil contoh, sebelumnya ada tujuh orang yang mudik naik travel ke Cilacap, semuanya dinyatakan positif.

-Advertisement-

“Saya ingatkan, itu bahaya. Blak-blakan saja kalau mau mudik. Kalau memang harus pulang, uruslah surat izin dan sebagainya. Saya kira pemerintah juga akan bijaksana,” saran Ganjar.

Baca juga: Ketahuan dari Zona Merah Covid-19, 50 Kendaraan Pemudik Diminta Putar Balik

Meski begitu, Ganjar tetap meminta warganya yang ada di Jabodetabek dan kota besar lainnya untuk tidak mudik tahun ini. Sebab dengan cara itu, maka rantai penyebaran covid-19 dapat diputus.

“Kalau Anda bisa bertahan, tolong tetap bertahan. Jangan khawatir, nanti kami urus. Setiap hari saya membalas WA, telepon, SMS bahkan DM  soal itu. Ada mekanisme yang dapat ditempuh, tolong patuhi peraturan pemerintah,” pintanya.

Ia juga meminta pemerintah pusat untuk benar-benar memastikan masyarakat yang tidak pulang bisa mendapatkan insentif. Soal mekanisme pembagiannya, ia menyerahkan kepada pemerintah. Yang jelas semua harus terdata dan mendapatkan insentif.

“Persoalan mudik memang kompleks. Makanya saya meminta masyarakat untuk menggunakan hati dan perasaannya dalam memahami persoalan ini,” kata Ganjar.

Baca juga: Tanpa Surat Jalan, Mobil Pribadi Dilarang Masuk Jateng

Pihaknya akan terus mengantisipasi pemudik yang nekat pulang kampung. Bupati/wali kota sampai kepala desa se Jateng sudah mempersiapkan protokol kesehatan masing-masing dan menyediakan tempat karantina.

“Bupati/wali kota dan kades sudah bagus responnya. Kalau ada pemudik langsung dikarantina dengan baik. Mudah-mudahan ini bisa menanggulangi,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER