31 C
Kudus
Selasa, Februari 17, 2026

Pedagang Pasar Kliwon Kudus Ogah Pindah ke Online, Ternyata Ini Alasannya

BETANEWS.ID, KUDUS – Pedagang Pasar Kliwon, Kabupaten Kudus, hingga kini masih bertahan dengan pola penjualan konvensional. Mereka enggan beralih ke platform digital, meski jumlah pengunjung pasar tradisional itu terus mengalami penurunan akibat maraknya perdagangan daring.

Salah seorang pedagang, Setio Budi, mengaku tidak berani mencoba peruntungan di penjualan online. Alasannya, mayoritas pelanggannya merupakan pedagang grosir (bakul) yang selama ini bergantung pada pasokan barang darinya.

Baca Juga: Semarak Milad ke-49 RS ‘Aisyiyah Kudus, Meriahkan dengan Khitan Massal hingga Donor Darah

-Advertisement-

“Ini memang jadi dilema. Kalau saya nekat jualan online, khawatir bakul saya iri dan protes dengan harga yang dipasang di platform digital,” ujar Budi saat ditemui di Pasar Kliwon, belum lama ini.

Menurutnya, kondisi tersebut juga dialami banyak pedagang lain di Pasar Kliwon. Sebagian besar pedagang di pasar fashion terbesar kedua di Jawa Tengah itu masih berorientasi pada penjualan grosir.

“Kalau kami mencoba masuk ke online, risikonya kehilangan pelanggan tetap yang sudah lama berbelanja pada kami. Padahal, mereka ini penopang utama usaha kami. Sementara pasar di online belum tentu jelas,” ungkapnya.

Budi menambahkan, tantangan semakin besar ketika para produsen konveksi ikut merambah pasar digital. Mereka menjual produk dengan harga jauh lebih murah, karena langsung dari tangan pertama, sehingga sulit bagi pedagang untuk bersaing.

“Faktor inilah yang paling merusak harga di pasar. Produsen menjual lebih murah, otomatis pembeli akan memilih belanja ke mereka,” jelasnya.

Ia menilai, pemerintah seharusnya hadir memberikan regulasi yang melindungi pedagang tradisional. Salah satu usulan yang ia sampaikan adalah pengaturan agar harga produk di platform online tidak lebih rendah daripada harga di pasar.

“Kalau bisa, harga di online justru lebih mahal. Jadi masyarakat tetap datang ke pasar tradisional,” katanya berharap.

Terkait rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus yang akan mendorong pedagang Pasar Kliwon beralih ke penjualan online, Budi menilai langkah tersebut tidak mudah direalisasikan. Selain faktor loyalitas pelanggan grosir, sebagian besar pedagang juga terkendala usia dan keterbatasan teknologi.

Baca Juga: Sepi Pengunjung, 5 Ribu Kios dan Los Pasar Tradisional di Kudus Tutup

“Banyak pedagang di sini yang sudah tua dan gagap teknologi. Program online itu bagus, tapi belum tentu semua siap menjalankannya,” ucapnya.

Sejak pandemi Covid-19, lanjutnya, kondisi Pasar Kliwon semakin terpuruk. Jumlah pengunjung berkurang drastis, omzet pedagang menurun hingga 50 persen, bahkan banyak kios maupun los terpaksa tutup karena tidak ada pembeli.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER