BETANEWS.ID, PATI – Demo menuntut lengser Bupati Pati, Sudewo pada Rabu (13/8/2025) berlangsung mencekam sejak pukul 10.45 WIB. Gas air mata ditembakkan untuk menghalau massa yang mulai merangsek masuk pendapa Kabupaten Pati.
Pantauan di lokasi, kepanikan massa terjadi ketika gas air mata mulai ditembakkan. Massa berlarian menjauhi gas air mata dibarengi dengan lemparan air mineral massa kepada personel pengamanan.
Baca Juga: Tuntut Lengserkan Sudewo atau Dimakzulkan, Berikut 15 Poin Alasan Pendemo
Personel kepolisian mulai keluar untuk menjaga massa yang telah berhamburan menjauhi area demonstrasi.
Awalnya, massa meminta Bupati Pati, Sudewo atau perwakilannya untuk bertemu, namun hal tersebut urung terjadi. Urungnya Bupati Sudewo bertemu massa membuat massa merangsek masuk pendapa.
“Pak Sudewo, tolong temui kami, jangan ada kerusuhan,” ujar salah seorang demonstran yang ada di barisan depan.
Tak berselang lama terjadilah kerusuhan setelah gas air mata ditembakkan beberapa kali.
Sebelumya, massa yang jumlahnya mencapai ribuan orang memadati kawasan Alun-Alun Simpang Lima Pati untuk mengikuti aksi unjuk rasa pada Rabu (13/8/2025).
Massa yang datang dari berbagai wilayah kecamatan yang ada di Pati ini, terlihat menyemut di depan Kantor Bupati Pati hingga sisi kiri dan kanan alun-alun.
Selain menuntut agar Sudewo lengser dari jabatannya sebagai Bupati Pati, massa juga menyatakan mencabut hak suaranya.
Untuk itu, mereka warga berharap Sudewo bisa menemui massa yang datang di depan Kantor Bupati Pati tersebut.
Baca Juga: Selain Tuntut Sudewo Lengser, Massa Sebut Aksi Mereka untuk Mencabut Hak Suara
“Kami beritahukan bahwa warga yang akan datang sekitar 85 ribu untuk menghadiri undangan Sudewo. Maka Sudewo harus menemui mereka, untuk mengetahui pencabutan hak suara warga, ” ujar Nimerodin Gulo, kuasa hukum Aliansi Masyarakat Pati Bersatu.
Menurutnya, ini adalah pesta demokrasi, di mana, waktu pilkada lalu warga yang memberikan hak suaranya, sekarang mencabut suara tersebut.
Editor: Haikal Rosyada

