BETANEWS.ID, JEPARA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) Ke-80, Dapure Mba’Berto yang berlokasi di Jalan Kuwasen RW III, Desa Wonorejo, Kecamatan/Kabupaten Jepara menyedikan menu spesial khusus di Bulan Agustus.
Menu tersebut yaitu nasi tumpeng. Namun jika biasanya nasi tumpeng berwarna kuning, di momen spesial Agustusan, menu tersebut diganti warna menjadi merah putih, khas Kemerdekaan RI.
Baca Juga: Mantan Direktur Utama PDAM Jepara Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Linda Natalia, Pemilik Dapure Mba’Berto mengatakan ia sengaja menciptakan menu tumpeng merah putih sebagai salah satu cara untuk ikut merayakan HUT Kemerdekaan RI.
“Dapure Mba’Berto spesial Agustus kita menyediakan menu nasi tumpeng merah putih,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (9/8/2025).
Ia menjelaskan warna merah yang digunakan juga sengaja dipilih dari bahan alami yaitu Buah Naga dan Buah Bit. Agar menu tersebut bisa aman dikonsumsi oleh anak-anak serta lebih higienis.
“Tadinya sempet bingung ya, merahnya ini mau pake apa, akhirnya kita pakai buah. Meskipun warnanya ngga terlalu merah ya tapi sudah cukup untuk melambangkan warna merah putih,” tambahnya.
Sedangkan untuk sajian menu pendamping, ia juga sengaja memilih menu-menu khas Jepara. Baik yang sudah populer di kalangan masyarakat maupun yang jarang diketahui.
Seperti, ikan asap sambal matah, urap latoh, terancam timun, dadar gulung, tahu sedetan, kering tempe, serta mie goreng,
Untuk membuat sambal matah, ia menggunakan minyak kelapa yang diproduksi khusus oleh Warga Karimunjawa. Begitu juga dengan Latoh yang dikirim langsung dari Laut Karimunjawa.
“Isiannya ini saya pakai menu-menu khas Jepara. Seperti Ikan Asap ini kan sangat populer ya di Jepara. Terus ada tahu sedetan yang hanya ditemukan di Jepara, biasanya dijual di pasar-pasar tradisional,” jelasnya.
Berbeda dengan nasi tumpeng lainnya, spesial di Bulan Agustus, ia juga menambahkan garnish atau hiasan makanan khusus pada nasi tumpeng buatannya. Berupa Bawang Merah, Terasi, dan Cabai Merah yang ditusuk menggunakan lidi kemudian ditancapkan di bagian atas nasi tumpeng.
“Kita gasih garnish, kalau orang sini nyebutnya buceng. Buceng ini menyimbolkan sebuah doa yang sakral, bagaimana saat ini kita punya harapan besar terhadap Indonesia, karena Kemerdekaan menjadi pertanyaan besar” jelasnya.
” Semoga hadirnya menu ini bisa membersamai masyarakat Indonesia untuk berdoa yang lebih dalam untuk Indonesia,” tambahnya.
Selain makanan ia juga membuat minuman khusus bernuansa Agustusan yaitu es cendol dan es cenil yang disajikan dengan warna merah putih.
Baca Juga: Pembayaran PBB-P2 Tahun 2025 di Jepara Naik 1 Persen
Untuk harganya, ia mengatakan satu porsi menu tumpeng merah putih dijual dengan harga Rp40 ribu. Menu tersebut menurutnya bisa dinikmati untuk dua orang.
“Harganya Rp40 ribu ya, bisa dinikmati dua orang dan gratis satu minuman yang juga bernuansa merah putih,” sebutnya.
Editor: Haikal Rosyada

