31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Gubernur Jateng Lepas 1.910 Mahasiswa KKN UMK, Diharapkan Jadi ‘Cucuk Lampah’ RTLH 

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 1.910 mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) secara resmi dilepas dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi di Gedung Auditorium UMK, Selasa (22/7/2025). Ribuan mahasiswa tersebut diharapkan jadi “cucuk lampah” dalam pendataan melalui verifikasi dan validasi rumah tak layak huni (RTLH) dari program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.

Secara khusus, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meminta kepada seluruh mahasiswa melakukan pendataan yang riil sesuai kondisi lapangan. Hal itu agar program Pemprov Jateng tepat sasaran kepada masyarakat yang memang membutuhkan.

“Jadi saya pesan kepada adik mahasiswa, untuk melakukan tugas dalam KKN tematik RTLH ini verifikasi dan validasi data terhadap masyarakat penerima program. Tak hanya verifikasi dan validasi, melalui data itu ketubuhan masyarakat yang memang membutuhkan dapat kita bantu,” bebernya saat jumpa pers, Selasa (22/7/2025).

-Advertisement-

Baca juga: Universitas Muria Kudus Kukuhkan Dua Guru Besar

Dari data verifikasi dan validasi yang dilakukan mahasiswa itu, akan menjadi database yang dapat dimanfaatkan oleh Pemprov Jateng dalam mengentaskan permasalahan RTLH dan memberantas kemiskinan ektrem di Jateng.

Terlebih melalui kolaborasi dengan 44 universitas mendukung tercapainya program Pemprov Jateng untuk menuntaskan sebanyak jutaan rumah tak layak huni tersebut.

“Data di Jateng jumlah ada 1.332.000, adalah kesenjangan antara rumah dan kebutuhan. Sementara yang 1.023.000 adalah rumah kurang layak huni. Inilah sasaran mahasiswa untuk mendata data tersebut benar tidaknya,” tuturnya.

Ia mengatakan, data tersebut sangat penting, supaya program RTLH-nya dapat tepat sasaran ke penerima yang memang membutuhkan. Oleh sebab itu, pihaknya mengibaratkan mahasiswa KKN seolah berperan menjadi KPK dalam melakukan penggalian data dan memastikan penerima bantuan bedah rumah RTLH tepat sasaran.

Jawa Tengah, kata dia, saat ini masih berada di angka kemiskinan ektrem 9,8 persen. Terlebih 1.023.000 rumah tak layak huni perlu dituntaskan.

Rektor UMK, Prof Darsono mengatakan, program KKN tematik dengan fokus RTLH tersebut untuk membantu mengentaskan program dari Pemprov di Kudus. Dengan total 132 desa dan kelurahan dari sembilan kecamatan, itu supaya bisa tertangani dengan baik.

Baca juga: Mahasiswa UMK Inisiasi Bersihkan Sungai, Bupati Kudus Berikan Apresiasi

“Setiap tahun KKN tematik kami berbeda, tahun lalu fokus ke stunting dan tahun ini ke RTLH selaras dengan program Pemprov Jateng,” ujarnya.

Program itu, kata dia, disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi yang ada di masyarakat Kudus saat ini.

“Diharapkan, KKN tematik ini bisa memberikan dampak nyata ke masyarakat, khususnya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kudus,” imbuhnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER