BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus memastikan belum menemukan indikasi peredaran beras oplosan maupun beras yang diduga bercampur plastik. Hal itu dinyatakan setelah inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan di sejumlah titik. Sidak ini dilakukan sebagai respon atas isu adanya beras oplosan yang tengah viral.
Kabid Fasilitasi Perdagangan, Promosi, dan Perlindungan Konsumen Disdag Kudus, Sonhaji, mengatakan pemantauan dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang melibatkan Polres Kudus, bagian Perekonomian dan Dinas Pertanian.
“Kami melakukan pemantauan stok dan harga bahan pokok serta barang penting, sekaligus menindaklanjuti isu tentang beras oplosan atau yang diduga bercampur plastik,” usai sidak di salah satu toko di Kudus, Selasa (15/7/2025).
Baca juga: Pemkab Imbau ASN Beri Contoh Gunakan Kendaraan Beridentitas Kudus
Ia menyampaikan, dari empat titik yang disidak, mulai dari toko, sub distributor, hingga pasar tradisional, Disdag belum ditemukan adanya beras yang mencurigakan.
“Alhamdulillah dari titik-titik yang kami kunjungi belum ditemukan beras oplosan sebagaimana isu yang berkembang. Kami harap kondisi ini tetap terjaga, dan harga juga sesuai dengan ketentuan HET,” sebutnya.
Sidak akan dilanjutkan ke empat titik lain, termasuk penggilingan padi di Desa Kirig, sebagai bagian dari total delapan lokasi yang ditargetkan dalam kegiatan tersebut. Sonhaji menegaskan, selain memantau, pihaknya juga memberikan pembinaan kepada pelaku usaha. Jika ditemukan pelanggaran serius, penanganan akan dilimpahkan ke pihak berwenang.
“Kami harap masyarakat tidak segan melapor jika menemukan beras yang mencurigakan, baik ke Disdag, Dispertan, Polres, maupun bagian perekonomian,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Sam’ani Tegaskan Oknum ASN Adu Jotos Bakal Disanksi Jika Terbukti Langgar AturanÂ
Sementara itu, Dewi Saktirokhim, pemilik toko Tanjung yang berada di Desa Kramat, Kecamatan/Kabupaten Kudus, mengaku hanya menjual beras berkualitas tinggi. Ia menjajakan dua merek unggulan, yakni Lahap dan Sedap Wangi, yang diambil langsung dari Kediri.
“Harga beras premium Lahap 5 kilogram Rp77 ribu, Sedap Wangi Rp76 ribu. Kualitasnya bagus, pulen, dan bersih. Saya juga pakai untuk masak sendiri,” ungkap dia.
Selama ini, ia tidak pernah mendapat keluhan dari konsumen terkait kualitas beras. Menurutnya, meski isu beras oplosan ramai di media, tidak ada pembeli yang menanyakan atau meragukan barang dagangannya.
Editor: Suwoko

