BETANEWS.ID, KUDUS – Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, menyatakan pihaknya terus mematangkan strategi pembinaan atlet usia dini hingga level profesional, guna menatap target jangka panjang, termasuk Olimpiade Los Angeles (LA) 2028. Setelah mencatatkan pencapaian terbaik dalam sejarah panahan Indonesia di Olimpiade Paris 2024, kini Perpani mulai menyiapkan regenerasi atlet dari kategori U-15 dan U-18.
“Sekarang kita fokus menyiapkan atlet untuk Olimpiade LA 2028. Memang saat kami dilantik di tahun 2023, Olimpiade Paris 2024 sudah sangat dekat. Tapi Alhamdulillah, pencapaian kita kemarin sangat membanggakan—tiga putri dan satu putra lolos, bahkan mencetak rekor individu terbaik sepanjang sejarah,” katanya belum lama ini.
Ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2025 yang digelar di Kudus baru-baru ini, menurut Razak, menjadi salah satu titik awal penjaringan bibit unggul. Dari total 876 atlet yang berasal dari 28 provinsi dan bertanding di empat kategori umum, U-18 menjadi sorotan utama Perpani sebagai basis pembinaan atlet masa depan.
“Perpani melihat potensi besar di U-18. Salah satu tujuannya memang untuk mencari bibit menuju Youth Olympic. Skor-skor yang tercatat pun sudah cukup fantastis untuk dibawa ke ajang internasional,” paparnya.
Ia memastikan bahwa juara Kejurnas dari kategori U-15 dan U-18 akan diberikan kesempatan mengikuti seleksi nasional (Seleknas) tahun ini. Nantinya, atlet-atlet muda yang lolos akan dipantau lebih lanjut untuk masuk Pelatnas.
“Tidak ada batasan jenjang. Kalau memang dari usia muda sudah menunjukkan potensi, seperti atlet 14 tahun yang sekarang ada di pelatnas, ya langsung kita ambil. Kita nilai dari skor anak panah, bukan hanya dari umur. Bahkan sekarang ada atlet pelatnas usia 15 tahun, dan ada juga yang usianya 33 tahun,” terangnya.
Ia menegaskan pentingnya pembinaan sejak usia dini, di mana ajang kejurnas 2025 yang diselenggarakan di SuperSoccer Arena mulai ada katagori U-10. Menurutnya, upaya itu sangat penting untuk pembibitan dan iklim kompetisi yang sehat.
“Karena kalau baru mulai usia 10 tahun tapi tidak segera diarahkan, dia tidak akan sempat sampai ke level nasional,” tegasnya.
Meski saat ini dominasi masih dipegang oleh provinsi-provinsi di Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta, Razak menyebut, potensi dari luar Jawa mulai merata. Sumatra, Kalimantan, dan Bali kini menunjukkan pertumbuhan bibit-bibit atlet muda yang menjanjikan. Salah satu provinsi pendatang baru yang mulai menonjol adalah Kepulauan Riau (Kepri).
“Kepri sekarang mulai berkembang. Mungkin karena ada dukungan pengembangan di daerah. Mereka sekarang sudah banyak menyelenggarakan even, dan kami di PB Perpani juga mulai bisa mengatur agar setiap daerah aktif menggelar kompetisi,” ujarnya.
Baca Juga: Kudus Jadi Tuan Rumah Hydroplus Piala Pertiwi 2025, 16 Tim dari Berbagai Daerah Ambil Bagian
Razak juga mengapresiasi penyelenggaraan Kejurnas Panahan Junior di Kudus, dinilainya sukses dari sisi jumlah peserta dan manajemen teknis. Ia bahkan memastikan Kejurnas Junior tahun depan akan kembali digelar di Kudus, tepatnya saat liburan anak-anak sekolah.
“Untuk pelatnas, Februari 2025 kita juga sudah selenggarakan di sini, Kudus. Walaupun home base pelatnas kami ada di Cikarang, tapi para atlet sudah magang satu bulan di Super Soccer Arena Kudus,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

