BETANEWS.ID, PATI – Dua kesenian khas Pati, yakni Ketoprak dan Gongcik Diusulkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
Pamong Budaya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati Trevita Puspita Hadi mengatakan, kesenian Gongcik yang saat ini masih dilestarikan warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, menjadi salah satu usulan dalam pengakuan sebagai warisan budaya.
Baca Juga: Soroti Sektor Pendidikan, Bupati Pati Minta Dukungan NU dan Muhammadiyah
“Saat ini telah kami usulkan. Tahun ini ada dua yang kami usulkan, yakni kesenian Gongcik dan juga Kethoprak yang menjadi khas Kabupaten Pati,” ujar Vita, Jumat (27/6/2025).
Dia menyebut, usulan itu sedang diproses. Sementara, Disdikbud Kabupaten Pati kini tengah dalam proses pembuatan video sebagai bahan pelengkap usulan.
“Kami berharap usulan itu nantinya bisa disetujui dan memberi dampak positif bagi kesenian Gongcik maupun Kethoprak Pati,” ungkapnya.
Sementara itu, saat ini Pati telah memiliki empat warisan budaya tak benda (WBTB). Yakni tradisi Meron yang ada di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo kemudian Batik Bakaran yang menjadi khas Kecamatan Juwana khususnya Desa Bakaran Wetan dan sekitarnya.
“Selain itu yang juga telah ditetapkan WBTb itu seperti Wayang Topeng Kedungpanjang yang ada di Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso dan Sego Gandul yang merupakan andalan kunliner Kabupaten Pati,” imbuhnya.
Seperti diketahui, kesenian Gongcik saat ini masih dilestarikan oleh warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil. Kesenian itu cukup unik lantaran menjadi perpaduan antara seni pencak Jawa dan gerakan tari.
Dalam permainannya gongcik juga diiringi oleh sejumlah alat gamelan. Seperti kendang, jidor, ningnong atau bonang.
Baca Juga: Tekan Angka Perceraian, KUA Wedarijaksa Dipilih Jadi Proyek Percontohan Revitalisasi
“Gongcik berasal dari kata Gong atau alat gamelan dan cik dari kata pencak -pencik yang bermakna silat Jawa. Jadi perpaduan antara gerakan silat, tari, dan gamelan,” ujar pegiat seni Gongcik Desa Pasucen, Ahmad Fauzi.
Di desa yang berada di kawasan Pati Utara itu, mayoritas penduduknya dapat bermain seni Gongcik. Mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga orang tua masih sering memainkannya. Biasanya saat di bulan Maulud, Suro maupun saat ada hajatan.
Editor: Haikal Rosyada

