BETANEWS.ID, JEPARA – Menjelang keberangkatan ke tanah suci Mekkah, dokumen visa dua calon jemaah haji asal Kabupaten Jepara belum diterbitkan oleh Pemerintah Arab Saudi.
Plh Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara, Badruddin mengungkapkan dua jemaah yang visanya belum keluar tersebut masuk dalam kloter 46.
Kloter tersebut rencananya akan diberangkatkan dari Pendopo Kabupaten Jepara menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali pada Selasa, (13/5/2025) pukul 04.00 WIB dan tiba di asrama haji sekitar pukul 09.00 WIB.
Baca juga: Jepara Berangkatkan 1.277 Jemaah Calon Haji, Tiga Jemaah Tunda Keberangkatan
“Kloter 46 untuk sementara ada 343 jemaah, tapi dua jemaah visanya belum keluar. Saat ini kita masih menunggu dari Pemerintah Arab Saudi,” katanya saat ditemui di Pendopo Kabupaten Jepara, Senin (12/5/2025).
Jika sampai waktu keberangkatan kloter 46, visa dari dua jemaah haji tersebut belum keluar, ia mengatakan nantinya dua jemaah tersebut akan diberangkatkan dengan kloter dari daerah lain.
Sementara sampai saat ini, jumlah jemaah calon haji asal Kabupaten Jepara yang berangkat ke tanah suci yaitu 1.277 jemaah yang terbagi ke dalam lima kloter. Yaitu kloter 39 dan kloter 43-46.
Rinciannya, kloter 39 terdiri dari dua jemaah yang gabung dengan Kabupaten Demak. Kloter 43 terdiri dari 217 jemaah dan dua Petugas Haji Daerah (PHD). Kloter 44 dan 45 masing-masing terdiri dari 353 jemaah dan 3 PHD. Sedangkan kloter 46 terdiri dari 341 jemaah dan 3 PHD.
Baca juga: Cerita Solikin, Tukang Pijat Naik Haji yang Menabung selama 30 Tahun
“Untuk kloter yang dari Jepara diperkirakan akan sampai di Mekkah pada Rabu, (14/5/2025) mendatang,” ungkapnya.
Namun sebelumnya seluruh jemaah haji akan transit terlebih dahulu di Asrama Haji Donohudan, Boyolali untuk mengikuti test pemeriksaan kesehatan yang terakhir. Test tersebut menurutnya untuk menentukan apakah jemaah yang akan diberangkatkan layak untuk terbang atau tidak.
“Kami berpesan kepada seluruh jemaah haji untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi arahan dari petugas haji,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

