BETANEWS.ID, KUDUS – Pesta panen padi di masa tanam (MT) pertama di Kabupaten Kudus telah berakhir. Badan Urusan Logistik (Bulog) pun mengklaim serapan gabah petani di Kota Kretek mencapai lebih dari 3.000 ton dan yang telah menjadi beras 2,6 ribu ton.
Pimpian Cabang Bulog Pati, Nur Hardiansyah mengatakan, target serapan gabah hasil panen petani Kudus kurang lebih sebanyak 10 ribu ton hitungan beras, untuk kurun selama setahun.
Baca Juga: Festival Ekraf Kudus Kembali Digelar Tahun Ini
“Jumlah serapan semua sudah 30 persen dari target total serapan dari target kami yakni 10 ribu ton,” ujar Nur kepada Betanews.id saat ditemui di saat ditemui di Desa Bulungcangkring, Selasa (29/4/2025).
Dia menuturkan, bahwa penyerapan gabah di Kudus akan terus berlanjut di MT2. Ia pun optimis target penyerapan gabah petani Kudus sebanyak 10 ribu ton akan tercapai di akhir tahun.
“Kita optimis target penyerapan gabah di Kudus bakal tercapai target. Karena kondisi penanaman bibit, bantuan alat pertanian, cukup memadai, sehingga hasil produksinya cukup memuaskan,” bebernya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo mengatakan, luasan lahan di Kota Kretek yang ditanami padi di MT pertama tahun ini kurang lebih 9.027 hektare. Sementara luas panen 9.772 hektare.
“Dari luasan lahan tersebut, produksi gabah yang dihasilkan kurang lebih sebanyak 61,2 ribu ton. Dengan pravitas rata-rata, 6,5 ton per hektare,” ujar Didik di Desa Bulungcangkring.
Baca Juga: PDAM Kudus Surplus Rp306,9 Juta di Triwulan Pertama 2025
Dari hasil panen tersebut, lanjut Didik, gabah yang padi yang terserap Bulog kurang lebih sebanyak 550 ton. Sementara untuk beras jumlahnya ada 2,6 ribu ton. Jika dihitung, jumlah gabag yang telah diserap lebih dari 3.000 ton atau sekira 30 persen dari target serapan.
“Terkait gabah panen yang tak terserap Bulog, para petani masih menjualnya ke tengkulak,” bebernya.
Editor: Haikal Rosyada

