BETANEWS.ID, JEPARA – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1466 hijriah, jasa penukaran uang baru di Kabupaten Jepara mulai ramai dicari oleh masyarakat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya masyarakat yang datang silih berganti ke tiga lapak penukaran jasa uang baru yang berada di Jalan Kartini, Kelurahan Panggang, Kecamatan Jepara.
Salah satu penyedia jasa penukaran uang baru, Agung Budi Wibowo (28), mengatakan, jasa penukaran uang mulai ramai dicari masyarakat sejak H-5 Idulfitri atau Rabu, (26/3/2025).
“H-5 itu alhamdulillah sudah mulai ramai, biasanya ramai itu H-3 sudah rame banget sampai nanti malam takbir,” katanya, Jumat (28/3/2025).
Baca juga: Busana Muslim hingga Kebaya Bikinan Desainer Muda Pati Ini Laris Diburu untuk Lebaran
Adapun pecahan uang yang ia sediakan yaitu Rp20 ribu, Rp10 ribu, Rp5 ribu, dan Rp2 ribu dengan biaya jasa Rp20 ribu per Rp100 ribu.
Ia mengatakan, biaya jasa penukaran uang pada tahun ini mengalami peningkatan cukup drastis dibanding tahun sebelumnya yaitu hanya Rp10 ribu per Rp100 ribu.
“Kemarin awal-awal saya ke sini, H-2 minggu sebelum lebaran, itu (biaya jasanya) 15 persen (Rp15 ribu per Rp100 ribu). Mulai kemarin H-5 itu naik jadi 20 persen (Rp20 ribu),” ungkapnya.
Sebagai penyedia jasa, ia sendiri kurang mengetahui secara pasti apa penyebab naiknya biaya jasa penukaran uang baru tersebut. Ia sendiri juga cukup kesulitan untuk mendapatkan barang atau uang baru.
“Responnya pembeli sih macem-macem ya, cuma kita sebagai orang lapangan, ya, mau gimana. Kita dari sananya sudah mahal terus barangnya juga susah carinya,” katanya.
Salah satu pembeli, Zainal (40) Warga Desa Mlonggo, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara mengatakan, baru pertama ini menukarkan uang baru di jasa penukaran uang.
Baca juga: Toko Rajawali Kudus, Salah Satu Toko Petasan yang Diburu Warga
Sebelumnya, ia sudah mendatangi dua bank yaitu BNI dan BRI untuk menukarkan uang baru. Namun karena terdapat mekanisme baru dari Bank Indonesia yang mengatur tata cara penukaran uang, ia mengaku kesulitan mendapatkan uang baru di bank.
“Kemarin sudah nyoba ke bank, tapi stoknya, kan, terbatas, nggak seperti tahun-tahun lalu. Harus daftar online, per harinya juga dibatasi hanya 100 orang, jadinya nggak dapet kemarin. Akhirnya nukar uang di sini aja,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

