Basgor Mbah Jenggot, Resep Sederhana Rasa Istimewa

BETANEWS.ID, KUDUS – Di pinggir Jalan Mayor Kusmanto, Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak sebuah gerobak kuning selalu dipadati pembeli. Di balik gerobak itu, seorang pria berbaju putih dengan cekatan melayani pelanggan. Dia adalah Tri Utomo Hariyanto (45), pemilik Basgor Mbah Jenggot, yang telah menekuni usahanya sejak 2019.

Namun, sebelum menemukan kesuksesan dengan bakso gorengnya itu, Hari begitu ia akrab disapa, telah melalui perjalanan panjang dengan berbagai usaha yang dia coba dan tinggalkan.

Hari bukanlah seorang pedagang yang langsung menemukan usahanya sejak awal. Ia pernah menjual siomay, lalu mencoba peruntungan dengan berjualan ojek goreng, makanan yang ia ciptakan sendiri, tetapi kurang mendapat sambutan. Bahkan, ia sempat berjualan keliling dan mangkal di depan sekolah dasar.

-Advertisement-

Baca juga: Gunakan Susu UHT Tanpa Air untuk Adonan, Kue Pancong Lumer Ini Laris Manis

“Dulu saya jualan keliling, pernah juga di depan SD. Tapi pas anak-anak nggak boleh jajan di luar, saya mulai cari ide lain,” ungkapnya.

Saat mencari inovasi baru, ia akhirnya kembali ke bakso goreng (basgor), makanan yang sebelumnya pernah ia jual. Alasannya sederhana, proses pembuatannya relatif mudah, tidak membutuhkan banyak waktu, dan bahan-bahannya sederhana.

Hari membuat basgornya dari campuran pati, bawang putih, garam, merica, penyedap rasa, ayam, dan sedikit soda untuk menghasilkan tekstur yang renyah. Adonan ini dibuat segar setiap hari dan digiling langsung di pasar.

Dalam sehari, ia bisa menghabiskan hingga 7 kilogram adonan. Namun, yang membuat Basgor Mbah Jenggot istimewa bukan hanya baksonya, melainkan saus khasnya. Keunikan saus ini menjadi daya tarik utama bagi para pelanggan.

“Saus kami sederhana, cuma bawang merah, cabai rawit, dan lada, lalu dimasak dengan cara direbus. Ditambah acar timun biar lebih segar,” jelasnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kue Gandos Ini Paling Nikmat Pas Masih Hangat, Harganya Cuma Rp5 Ribu Seporsi

Selain cita rasanya yang khas, Basgor Mbah Jenggot juga terkenal karena harganya yang fleksibel.

“Orang bisa beli sesuai keinginan, nggak harus satu porsi penuh. Jadi, semua kalangan bisa menikmati,” kata Hari.

Basgor Mbah Jenggot buka setiap hari mulai pukul 14.00 WIB hingga habis. Pelanggan yang datang pun dari berbagai latar belakang, mulai dari warga sekitar hingga tetangga desa.

Saat ini, Hari belum berencana membuka cabang. Ia lebih fokus pada kualitas dan kepuasan pelanggan.

“Proses pembuatan basgor itu mudah dan nggak terlalu ribet. Semoga ke depannya makin lancar dan makin banyak pembeli,” tambahnya.

Penulis: Vita Verliana, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER