YouTube Jadi Penyelamat Siti, Kini Sukses Jualan Es Doger dan Sticky Milky

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, suasana perempatan Gribig-Karangmalang tampak ramai dengan lalu-lalang kendaraan. Di salah satu sudut jalan, sebuah warung kecil dengan tulisan “Es Doger” dan “Sticky Milky” menarik perhatian. Beberapa pembeli terlihat mengantre, menunggu giliran untuk menikmati minuman segar yang dijual di sana.

Di balik etalase, seorang wanita tampak cekatan menuangkan es batu ke dalam cup, disusul susu dan sirup berwarna yang menggoda selera. Wanita itu adalah Siti Fatimah (39), pemilik warung es doger dan sticky milky yang kini sukses menjalankan usahanya di Karangmalang.

Siti memulai bisnis minuman ini sekitar tujuh bulan lalu, berawal dari es doger yang ternyata banyak diminati. Belakangan, ia menambahkan sticky milky, minuman susu dengan berbagai rasa, yang sudah berjalan beberapa bulan terakhir.

-Advertisement-

Baca juga: Perpaduan Es Teler dan Es Krim yang Bikin Ngiler di Panggang Jepara

Pilihan rasanya cukup beragam, mulai dari alpukat, stroberi, mangga, taro, cokelat, cappuccino, tiramisu, hingga bubble gum. Dengan harga hanya Rp5.000 per cup, sticky milky menjadi alternatif segar yang disukai pelanggan.

Sementara itu, es doger buatannya memiliki isian lengkap seperti roti, agar-agar, ketan hitam, dan mutiara, menciptakan perpaduan rasa dan tekstur yang khas. Dalam sehari, Siti bisa menjual sekitar 30 cup es doger dan 15 cup sticky milky. Namun, penjualannya sangat dipengaruhi oleh cuaca.

“Kalau panas, alhamdulillah laris. Tapi kalau mendung atau hujan, ya sepi. Pelanggan saya ya dari berbagai usia, ada yang remaja maupun orang dewasa,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca juga: Mencicipi Es Pelangi di Damaran Kudus yang Isiannya Banyak Banget

Menariknya, resep es doger yang ia gunakan bukan berasal dari warisan keluarga atau kursus, melainkan dari YouTube. Ia mencoba membuatnya sendiri, dan beruntungnya, rasanya langsung enak sejak percobaan pertama.

“Awalnya coba-coba saja jualan es doger, ternyata orang-orang suka, jadi saya lanjutkan,” beber Siti.

Penulis: Arum Tri Handayani, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Penulis: Ahmad Rosyidi 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER