BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa unit mikro bus atau mobil elf tampak terparkir di sebuah garasi di Desa Cendono, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Di samping mobil elf tersebut, terlihat para pengemudinya lagi duduk santai dan mengobrol. Tak berselang lama datang pria mengenakan kaus oblong ikut duduk dengan para pengemudi itu. Pria tersebut yakni Ali Mukhid (35) pemilik usaha mobil carteran.
Dia mengungkapkan, sejak ada pagebluk corona, usahanya sepi orderan. Semua armada yang dimilikinya tidak ada yang jalan sama sekali. Keadaan tersebut diakuinya, membuatnya pusing.

“Bagaimana tidak pusing, orderan sepi kayak gini kok. Ditambah beberapa armada itu ada yang belum lunas dan harus dicicil angsurannya. Sedangkan armada tidak ada yang jalan,” ujar pria yang akrab disapa Ali itu kepada betanews.id.
Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu menuturkan, mempunyai enan armada mobil elf. Dua medium bus, serta satu mobil mini bus. Kendaraan tersebut sebelum ada Covid-19 banyak dicarter untuk berbagi keperluan. Ada yang untuk keperluan wisata, ziarah, dan lain sebagainya.
Baca juga : Diminta Cukupi Kebutuhan Masyarakat, Ramayana Kudus Buka Lebih Cepat
Namun, lanjutnya, sejak ada wabah corona, pemerintah menutup semua tempat wisata, tempat ziarah, serta memberi intruksi masyarakat untuk menunda pesta pernikahan. Yang otomatis itu berdampak besar bagi usaha yang dijalaninya.
“Ya begini ini setiap hari, ngobrol di garasi sambil berharap ada keajaiban. Sehingga ada order carteran datang,” ungkapnya.
Sambil sesekali mengecek aplikasi percakapan yang ada di smartphonenya, Ali mengatakan, armadanya nganggur tidak ada orderan itu sudah sebulan. Padahal sebelum ada wabah pandemi corona, setiap unit armada itu mampu menghasilkan uang Rp 5,5 juta sebulan.
Karena tidak ada pemasukan di bulan ini, dia mengaku akan mengajukan keringanan angsuran. Sebab ada beberapa armadanya yang memang belum lunas. Dia berharap proses permohonan keringanan nanti tidak dipersulit oleh pihak terkait.
“Semoga saja program Pak Jokowi yang memberi keringanan bagi pelaku usaha yang terimbas corona itu sampai ke Kudus juga. Agar kami juga ikut merasakan kebijakan itu,” ungkap pria yang memberi tulisan Kapten Cilik di semua armadanya.
Baca juga : Jerit Pilu Tukang Becak Kudus saat Pandemi Corona Merebak
Tak lupa dia pun berharap, agar Virus Covid-19 segera lenyap dari Indonesia, agar roda usaha dan pekerjaan bisa kembali normal. Sehingga dia bersama sopirnya bisa bekerja serta ada penghasilan lagi.
“Semoga corona segera lenyap, biar kami bisa bekerja lagi. Kasihan juga para sopir selama sebulan hanya duduk dan ngobrol di garasi. Sedangkan ada anak istri yang harus dicukupi,” harapnya.
Editor : Kholistiono

