BETANEWS.ID, KAB.SEMARANG – Gedung Serba Guna Karto Amijoyo Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Rabu (8/4/2020) siang tampak berantakan. Gulungan kepang dan potongan bambu memenuhi ruang gedung tersebut. Sementara sejumlah orang terlihat merangkai bambu yang akan dijadikan bilik untuk mengkarantina para pemudik desa setempat.
Kegiatan itu merupakan bagian dari upaya Pemerintah Desa Lerep untuk mengantisipasi dan mencegah penularan Covid-19. Dana pembuatan bilik-bilik karantina bersumber dari dana desa. Dana yang sedianya akan digunakan untuk pembangunan fisik, direalokasi ke penanggunalangan wabah.

Kelapa Desa Lerep, Sumariyadi menerangkan, saat ini pihaknya sedang membahas beberapa pos anggaran yang hendak digeser untuk penanganan Covid-19. Pembahasan itu dilakukan Pemdes bersama Badan Permusyawaratan Desa.
“Jadi alokasi anggaran desa yang sedianya untuk pembangunan fisik dialihkan untuk pembangunan tempat karantina. Kami juga akan mengalokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat terjadinya wabah corona saat ini,” ujar Sumariyadi, saat menerima kunjungan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Baca juga: Pemegang Kartu Prakerja Bisa Dapat Rp 3,5 Juta, Ganjar: ‘Yang Kena PHK Buruan Daftar!’
Dia menjelaskan, tempat karantina ada dua gedung yang tengah disiapkan, yakni balai desa dan gedung sekolah dasar. Di balai desa, sebanyak 14 bilik isolasi disiapkan yang nantinya dikhususkan untuk perempuan. Sementara Karantina di gedung sekolah dasar disiapkan khusus untuk para pria yang berjumlah 60 ruang isolasi.
Ratusan warga Desa Lerep, kata Sumariyadi, kini tengah mengadu nasib di tanah ranatu. Mereka ada yang berada di dalam negeri dan luar negeri. Setiap warga desa yang memutuskan untuk mudik tahun ini, harus bersedia dikarantina selama dua pekan.
“Saat ini sudah ada 19 warga kami yang datang dari perantauan. Mereka kini tengah diisolasi secara mandiri di rumahnya masing-masing,” katanya.
Baca juga: Warga Jateng Dijatah Rp 200 Ribu per Bulan Selama Wabah Corona
Melihat kesigapan Pemdes Lerep, Ganjar mneyebut langkah taktis yang dilakukan pemdes setempat wajib dicontoh desa di seluruh Indonesia. Karena, selain kekompakan pemerintahan, aparat dan masyarakat dalam penanganan Covid-19, relokasi dan realokasi anggaran desa sudah dolakukan.
Editor: Suwoko

