Desa di Kudus Diharapkan Punya Tempat Pengelolaan Sampah

BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kabupaten Kudus mendorong desa maupun kelurahan untuk mendirikan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R).

Kepala Bidang Pengolahan Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau DPKPLH, Heri Muryanto mengatakan, saat ini baru ada 10 desa yang mendirikan TPS3R. Keberadaan TPS3R dapat membantu pengelolaan sampah secara lebih efektif dengan memilah sampah organik dan anorganik sebelum diangkut ke TPA.

Baca Juga: Durian Sisa Bajing Banyak Diburu Pembeli, Ternyata Ini Alasannya

-Advertisement-

“Di TPS3R, sampah organik bisa diolah menjadi kompos atau pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dapat dipilah untuk dijual ke pelapak. Dengan begitu, sampah yang dibuang ke TPA sudah tidak memiliki nilai ekonomis lagi,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (30/12/2024).

Meski manfaatnya besar, Heri mengakui bahwa kesadaran masyarakat, masih menjadi kendala utama. Sebab mereka sudah merasa membayar retribusi, sehingga sampah dilimpahkan semuanya ke dinas.

“Banyak yang merasa sudah cukup dengan membayar retribusi, sehingga enggan ikut serta dalam pengelolaan sampah. Padahal, sampah tidak bisa ditunda, apalagi dengan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat,” ujarnya.

Ia menuturkan, untuk pendirian TPS3R sebenarnya bisa mengambil dari anggaran Dana Desa. Karena merupakan prioritas pembangunan yang mendukung lingkungan. Jika tidak dimungkinkan, Pemerintah Desa (Pemdes) bisa mengajukan proposal ke Kementrian PUPR guna mendapatkan bantuan pendirian.

Heri menyebut, pendirian TPS3R memerlukan lahan minimal sekitar 10X20 meter atau dengan luasan lahan 200 meter persegi. Hal itu untuk tempat pemilahan sampah dan gudang sampah.

“Jadi 10 desa yang sudah ada TPS3R-nya itu bantuan dari Kementerian PUPR. 2022 ada lima desa dan tahun ini juga ada lima desa juga yang mendapatkan bantuan pendirian,” jelasnya.

“Pendirian TPS3R sangat penting untuk mengelola sampah secara mandiri, sehingga volume sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan,” tambahnya.

Baca Juga: Baru Selesai, Paving Block Jalan Ahmad Dahlan Kudus Sudah Bergelombang

Ke depan, Heri berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah, tidak hanya mengandalkan retribusi semata. Ia juga mengimbau agar masyarakat ikut berperan aktif dalam memilah sampah di TPS3R.

“Selama ini, banyak sampah yang masih memiliki nilai ekonomis terbuang begitu saja. Padahal, dengan pengelolaan yang tepat, sampah bisa memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER