BETANEWS.ID, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menetapkan status tanggap darurat bencana corona hingga akhir Mei mendatang. Ketetapan ini dibuat setelah melihat kondisi penyebaran Covid-19 di Jateng yang semakin meluas.
Dalam surat keputusan bernomor 360/3/Tahun 2020 tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberlakukan status tanggap darurat hingga 29 Mei mendatang. Ketetapan ini mulai berlaku sejak ditandatanganinya surat tersebut pada Jumat (27/3/2020).
Ganjar menjelaskan, penetapan satus tanggap darurat ini dibuat dengan pertimbangan semakin mewabahnya virus corona, termasuk di Jawa Tengah. Tak ayal, pembangunan sarana dan prasarana menjadi terganggu. Dampak sektor sosial dan ekonomi yang ditimbulkan juga besar.
“Banyak orang terinfeksi (Covid-19), ada yang mati juga. Selain itu tentu ada kerugian harta benda. Banyak sektor yang terganggu, pembangunan, sosial dan ekonomi juga terdampak. Dengan melihat ini semua, kami memutuskan untuk menetapkan status tanggap darurat,” ujar Ganjar.
Baca juga: Jateng Terima 1000 VTM, Alat yang Langka untuk Mengecek Corona
Dengan ditetapkannya status ini, penanganan kasus Covid-19 menjadi lebih serius dan fokus. Ganjar mengatakan, semua biaya yang timbul akibat ditetapkannya status tanggap darurat ini akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Tengah.
Setelah ditetapkannya status ini, langkah-langkah teknis akan diatur melalui keputusan berikutnya. Anggaran-anggaran tertentu yang sudah diplot dalam APBD bisa digeser untuk penanganan kasus corona.
Baca juga: Dalam Sehari, Pasien Positif Corona di Jateng Melonjak 2 Kali Lipat
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Jateng tengah menyiapkan anggaran untuk dialokasikan kepada warga yang terdampak virus Corona (Covid-19). Alokasi dana tidak hanya ditujukan untuk aspek kesehatan, namun juga sosial dan ekonomi.
Keputusan tersebut diambil Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai melakukan rapat tersbatas via teleconference dengan Presiden Jokowi, Selasa (24/3/2020). Terkait berapa anggaran yang akan dikucurkan, hingga kini masih dihitung.
Baca juga: Warga Terdampak Covid-19 Akan Dapat Bansos dari Pemprov Jateng
Saat ini, kata Ganjar, pihaknya telah dan tengah berkonsentrasi untuk penanganan virus Corona dari aspek kesehatan. Anggaran yang telah disiapkan lebih dari Rp 100 miliar.
“Anggaran ini sebenarnya masih sangat kecil. Anggaran Rp 100 miliar ini hanya untuk sektor kesehatan. Sedangkan untuk social asfety net sedang disiapkan. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah saya minta untuk melakukan penghitungan,” tuturnya.
Editor: Suwoko

