BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah halaman rumah warga Desa Gondoharum RT 8 RW 1, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, seorang bocah sedang fokus merangkai puzzle abjad. Sambil menggabungkan puzzle, bocah bernama Fathia Kalasenja itu terdengar mengucapkan ejaan bahasa Inggris sesuai dengan abjad yang dipegang.
Selain itu, bocah yang masih berusia 2,5 tahun itu juga sudah menghafal nama-nama hewan dengan bahasa Inggris. Tak hanya itu, bilangan angka 1 sampai 20 pun dia mengerti. Sesaat orang tuanya bernama Hanis Ruhyati menunjuk bilangan angka 6 misalnya, Fathia pun dengan riang menjawab ‘six’.
Baca Juga: AKD DPRD Kudus Resmi Terbentuk, Ini Daftarnya
Tak berhenti di situ, saat Hanis menuliskan ejaan Inggris, bocah itu juga terlihat sudah mengerti kata apa yang dituliskan orang tuanya tersebut. Daya ingatnya yang bagus, beberapa orang yang mengenal terkesan dengan kecerdasaan yang dimiliki oleh Fathia. Hingga beberapa orang tua lain ingin tahu bagaimana metode pembelajaran yang dilakukan.
Hanis Ruhyati, ibu Fathia menyampaikan, perkembangan yang ditunjukan anak kedua dari dua bersaudara itu dianggap sudah sesuai jalur. Sebab sebelumnya, Fathia dibilang speech delay atau keterlambatan berbicara pada usia anak.
“Dua tahun, Fathia belum bisa mengucapkan kata, sehingga dikatakan speech delay oleh bidan desa. Mereka juga menyarankan untuk dibawa ke dokter spesialis anak untuk diterapi,” bebernya saat ditemui, Rabu (30/10/2024).
Namun dia tak menghiraukan saran itu, karena dari awal sudah yakin jika anaknya masih dalam perkembangan. Di sisi lain, ketakutan akan ketidaknyamanan anak dan keribetan ketika berada di klinik sudah dipikirkan. Sehingga sampai saat ini dia tak memeriksakan ke dokter, namun justru Fathia saat ini menunjukkan perkembangan yang bagus.
“Karena setiap pertumbuhan dan perkembangan anak ini tidak lomba, usia segini harus bisa ini itu, tidak seperti itu. Jadi perkembangan masing-masing anak ini berbeda-beda. Sempat insecure dulu, tapi yang menguatkan suami. Dan menurut saya, perkembangan anak ini sudah sesuai stepnya,” jelasnya.
Ia pun menceritakan awal mula anaknya bisa mengenal bahasa Inggris. Waktu usia Fathia yang masih berusia beberapa bulan, dirinya yang juga sibuk mengerjakan tugas rumah tangga, dikasih lah Fathia handphone untuk bermain. Meski memberikannya HP, Hanis juga tidak sembarangan, hanya memperlihatkan tontonan yang edukatif bagi anak.
“Karena saat saya tinggal aktivitas kerja rumah, karena tidak ada yang momong, dia aku kasih hp nih, walaupun dengan berat hati dengan usianya yang memang belum dianjurkan pegang HP. Sampai sekarang dia bisa menyebutkan semua hewan, warna, angka, anggota badan dengan bahasa Inggris, karena apa yang dia lihat dari HP itu tadi,” ujarnya.
“Kalau memang ada channel yang memang tidak mengedukasi langsung saya blokir. Yang membuat saya terbantu dengan perkembangannya adalah channel YouTube Kids Yakka Dee, karena di dalam channel itu, beberapa kata diulang, sehingga membuat daya ingat anak mudah masuk dan tersimpan di memorinya,” katanya.
Baca Juga: Pengunjung Sepi, Omzet Pedagang Pasar Kliwon Kudus Anjlok Hingga 50 Persen
Terlebih saat diajak jalan, lanjutnya, Fathia juga bisa menyebutkan beberapa kendaraan seperti mobil, motor, sepeda dengan bahasa Inggris. Meskipun dengan kemampuan daya ingat anak yang melebihi anak pada umumnya, Hanis mengaku hal itu biasa saja.
Sebab dia menganggap, di luar sana juga ada beberapa anak yang memang di usia seperti Fathia banyak yang sudah melantunkan salawatan dengan lancar.
Editor: Haikal Rosyada

