Dinkes Kudus Gelar Lomba Kreasi Menu Pemberian Makanan Tambahan Lokal

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Kesehatan Kudus menggelar pemberian makanan tambahan (PMT) lokal di Kantor Dinkes Kabupaten Kudus, Selasa (29/10/2024). Lomba kreasi menu PMT lokal itu dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 60, sebagai strategi percepatan penurunan stunting di Kota Kretek.

Untuk diketahui, pelaksanaan lomba tersebut menggunakan dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Kudus, sebanyak Rp10 juta.

Baca Juga: Pemkab Kudus Habiskan Miliaran Rupiah untuk Atasi Genangan di Perempatan Jember

-Advertisement-

Kepala Dinkes Kudus, Andini Aridewi mengatakan, pelaksanaan lomba kreasi menu PMT lokal, karena masih banyaknya angka stunting di Kudus yang permasalahannya ada pada pola asuh dengan makanan pendamping ASI yang tidak tepat. Sehingga pihaknya mempunyai strategi dalam menyediakan menu balita yang sesuai dengan standar gizi dan memanfaatkan bahan lokal tinggi protein hewani.

“Dalam kegiatan ini kami mengajak seluruh lintas sektor untuk terlibat langsung dalam upaya pencegahan stunting. Ini tujuannya agar bisa memberikan menu makanan pendamping ASI juga menu pada balita yang sesuai dengan kebutuhan usianya, yang diutamakan tinggi protein hewani,” bebernya.

Menurutnya, banyak ibu-ibu di Kudus yang kurang memahami arti pentingnya makanan untuk balita yang tepat. Untuk itu pihaknya memunculkan ide kreativitas baik dari Dinas Kesehatan mauoun jaringan kesehatan untuk mengadakan kegiatan lomba tersebut.

“Kami juga mendorong bisa memanfaatkan bahan lokal untuk pembuatan menu balita dari sisi kesehatan dan kita juga dorong pertumbuhan ekonominya,” ungkapnya.

Setidaknya dalam lomba itu ada enam finalis dari 27 tim yang sudah terskrining di tingkat Kecamatan. Keenam peserta ini masuk dalam indikator penilaian tertinggi, sehingga berhak masuk dalam final yang berlangsung hari ini.

“Jadi untuk penilaian tentu dinilai dari bentuk, tekstur, volume, bahan bakunya, cara pengolahannya, rasanya, serta kecukupan standar gizinya,” jelasnya.

Baca Juga: Sam’ani Bantu Kursi Roda ke Penderita Stroke di Gamong Kaliwungu

Andini menambahkan, jumlah stunting secara elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPBGM), seluruh balita ada 2.367 kasus stunting.

“Semoga nanti hasil survei tahun 2024, hasil akhirnya dari status gizi Indonesia bisa mencapai target atau bisa dibawah 14 persen, karena di tahun 2023 masih 15,7 persen,” ujarnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER