BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan drainase di Jalan Sunan Kudus, Kecamatan Kudus mulai dilanjutkan. Proyek ini diklaim mampu mengatasi genangan yang sering terjadi di Perempatan Jember ketika turun hujan deras.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie, mengatakan, pembangunan drainase ini sebagai satu kesatuan untuk menyelesaikan banjir yang ada di Simpang Jember.
“Ketika pembangunan itu selesai, maka akan mampu meminimalkan secara total genangan di Perempatan Jember. Sebab, banjir di lokasi tersebut sudah cukup lama dikeluhkan oleh masyarakat,” ujar Hasan di Pendapa Kudus, Senin (28/10/2024).
Baca juga: Proyek Drainase di Jl KH Turaichan Kudus Telan Dana Rp 5,2 M
Hasan pun berharap, pembangunan drainase bisa berjalan lancar, sehingga Desember nanti sudah bisa selesai dan bisa berfungsi.
“Mengingat puncak hujan itu biasanya terjadi pada Januari dan Februari, sehingga keberadaan drainase itu benar-benar bisa dirasakan,” bebernya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto, menambahkan, pembangunan drainase Jalan Sunan Kudus ini melanjutkan pembangunan tahun sebelumnya. Proyek ini dari seberang Kelenteng Hok Ling Bio hingga Perempatan Jember.
“Pembangunan drainase sepanjang 475 meter. Untuk anggarannya kurang lebih sebesar Rp3,7 miliar,” beber Arief.
Anggaran pembangunan drainase tersebut, kata Arief, bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2024. Pembangunan tersebut dengan memasang Reinforced Concrete Pipe (RCP) dengan diameter 1,2 meter.
Baca juga: Pemkab Kudus Beli Buldoser Sampah dan 2 Mobil Damkar Senilai Miliaran Rupiah
“Pelaksanaan pekerjaan kurang lebih 75 hari. Maksimal pertengahan Desember 2024 kita targetkan sudah selesai, termasuk perapian jalannya,” bebernya.
Sebagai informasi, untuk menanggulangi genangan di Perempatan Jember, 2023 lalu Dinas PUPR telah membangun drainase di Jalan Sunan Kudus. Pembangunan dimulai dari Jembatan Sungai Gelis ke Barat hingga seberang Kelenteng Hok Ling Bio. Pembangunan drainase kurang lebih sepanjang 210 meter dengan anggaran kurang Rp2,6 miliar.
Sementara tahun ini, Pemkab juga membangun drainase di Jalan Kiai Turaichan sepanjang 643 meter dengan anggaran Rp5,3 miliar. Saluran ini berfungsi memecah aliran air di depan Pabrik Polytron dan terbuang ke Sungai Sili.
Editor: Ahmad Muhlisin

