BETANEWS.ID, PATI – Sebuah gerobak yang mangkal di kawasan Kantor DPRD Pati, siang tampak cukup ramai dikerubuti antrean. Sedangkan laki-laki pemilik gerobak terlihat sibuk maracik kopi dingin pesanan pembeli yang mengantre tersebut.
Gerobak yang bertuliskan Kisah Kopi itu, menjajakan kopi dengan aneka varian. Meski dijual keliling atau di jalanan, namun rasa dari kopi dengan brand Kisah Kopi itu, tak kalah dengan yang ditawarkan di kafe-kafe.

Eko Sulistiyono, sang penjual kopi jalanan itu mengaku, kopi yang dijajakan dengan ragam varian ini cukup banyak peminatnya. Apalagi katanya pada musim panas seperti sekarang ini.
Baca juga: Martabak Menul di Pucakwangi Pati Ini Tak Pernah Sepi Pembeli
“Alhamdulillah, panas seperti ini memengaruhi jumlah pembeli. Sehari 100 bisa, kalau akhir pekan itu 200 gelas, ” ujar Warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati.
Ia menyebut, dengan banyaknya peminat kopi yang dijajakan secara keliling itu, sehari untuk pendapatan bersih bisa Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu.
Ia biasanya berjualan di depan Kantor DRPD Kabupaten Pati sejak pukul 10.00 WIB hingga sore hari.
“Sebelumnya punya warung kopi biasa di rumah. Karena ini baru ramai akhirnya keliling, Alun-alun Pati. Kalau ada event sepak bola ke Stadion Joyo Kusumo, ” ucapnya.
Sedangkan untuk menu-menu kopi yang dijajakan tersebut, di antaranya, rasa orisinal, vanilla, kopi susu gula aren hingga americano.
Dari semua varian rasa yang ada, katanya, paling dicari kopi susu karamel. Sedangkan untuk yang coklat, biasanya bagi mereka yang kurang suka kopi.
Baca juga: Es Teler yang Lagi Viral di Juwana, Hanya Hitungan Jam Ratusan Gelas Ludes
“Kisah Kopi. Kopi dulunya kan identik dengan pahit. Kita punya inisiatif untuk bisa lebih bervariasi rasanya. Ya kita usung konsep kafe versi kaki lima,” imbuhnya.
Sedangkan untuk harga, menurutnya cukup terjangkau bagi konsumen. Yakni, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 8 ribu.
Editor: Ahmad Muhlisin

