BETANEWS.ID, PATI – Sebagaian besar petani cabai di Kabupaten Pati kini sudah mulai memanen tanaman mereka. Seperti halnya yang dilakukan petani di Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.
Namun, petani di tempat tersebut harus merugi pada musim panen ini. Harga cabai di tingkat petani rontok hingga di angka Rp4 ribu per kilogramnya untuk cabai merah besar.
Baca Juga: Libatkan Puluhan Warga, KPU Pati Rakit Kotak Surat Suara untuk Pilkada 2024
Widarso, salah satu petani cabai di Desa Ngurensiti mengatakan, harga cabai merah besar merosot tajam. Kondisi ini sangat memukul para petani cabai.
Padahal katanya, pada masa panen sebelumnya harga cabai merah bisa menyentuh harga hingga puluhan ribu per kilogramnya.
”Bulan Agustus kemarin sempat menyentuh Rp20 ribu. Terus ada peningkatan dan penurunan. Tapi entah kenapa di akhir bulan lalu jatuh di angka Rp10 ribu kemudian semakin murah semakin murah hingga jadi Rp4 ribu,” ungkapnya, Sabtu (12/10/2024).
Menurutnya, harga cabai merah besar di angka Rp4 ribu ini jauh dari harapan para petani. Mengingat pada bulan-bulan seperti ini seharusnya harga cabai melambung tinggi.
Dirinya tak mengetahui pasti persoalan penurunan harga cabai merah. Namun yang jelas saat ini kondisi petani cabai sangat terpukul.
Ia menilai harga jual cabai yang rendah ini tidak sesuai dengan besarnya biaya produksi. Sehingga petani semakin merugi dengan kondisi ini.
”Secara hasil panen di Wedarijaksa ini tidak begitu melimpah. Tapi entah kenapa harga turun. Kalau di daerah lain ada panen raya kita tidak tahu,” ucapnya.
Baca Juga: PSI Pati Target Bisa Rebut 5 Kursi DPRD pada Pileg 2029
Menurutnya, harga cabai merah besar seharusnya bisa di atas Rp8 ribu per kilogram. Ia pun berharap ada kebijakan yang bisa membantu petani.
”Kita mencoba mengkalkulasi hanya Rp6 ribu sekian untuk produksi. Kalau kita jual sekilo Rp8 ribu petani sudah mendapatkan untung,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

