31 C
Kudus
Jumat, Februari 20, 2026

Untungkan Petani, DPRD Kudus Sambut Baik Program Tanam Padi di Oktober

BETANEWS.ID, KUDUS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Sulistyo Utomo, SE., MM menyambut baik upaya Kementerian Pertanian yang mendorong petani menanam padi pada Oktober. Menurutnya, program tersebut akan menguntungkan petani.

“Karena para petani akan bisa panen lebih awal. Perkiraan para petani bisa panen di Januari tahun depan,” ujar Sulis saat ikut mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, di Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, belum lama ini.

Sulis berharap, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus berkoordinasi dengan Kementan agar program tanam padi di Oktober terealisasi dengan baik. Sebab, bantuan benih padi unggul gratis hanya bulan ini saja.

-Advertisement-

Baca juga: H Masan Kembali Jabat Ketua DPRD Kudus Masa Jabatan Tahun 2024-2029

“Jangan sampai para petani kehilangan momen. Apalagi ini ada bantuan benih padi unggul gratis,” tuturnya.

Menurutnya, ketika para petani bisa panen pada Januari, maka mereka bisa terhindar dari kemungkinan buruk. Sebab, setelah Januari biasanya intensitas hujan tinggi, sehingga padi rawan roboh.

“Ketika tanaman padi roboh akan berpengaruh pada hasil panen dan harga jual yang menurun. Selain itu, intensitas hujan tinggi juga rawan terjadi banjir yang bisa mengakibatkan padi puso,” bebernya.

Politisi Partai Gerindra tersebut melanjutkan, ketika para petani bisa panen pada Januari maka akan membantu menunjang cadangan pangan negara di awal 2025. Apalagi, Kementan juga sudah menjamin stok pupuk subsidi aman.

Baca juga: Masuki Musim Hujan, DPRD Kudus Minta Pemkab Antisipasi DBD

“Informasi dari Pak Wamentan, kuota pupuk subsidi seluruh Indonesia di 2023 sebanyak 4,7 juta ton. Sementara di tahun ini kuotanya meningkat jadi 9,5 juta ton. Jadi kuotanya sudah dua kali lipatnya,” ungkapnya.

Sebagai informasi, dalam kunjungan tersebut, Sudaryono juga memberikan bantuan kepada petani berupa rehab jaringan irigasi 10 unit, irigasi perpompaan 25 unit, pompa air 115 unit, traktor tipe R4 4 unit, traktor tipe R2 23 unit, mesin panen padi combine 5 unit, benih padi 104,1 ton, benih jagung 14.8 ribu ton, pupuk NPK untuk jagung 75,5 ribu ton, dan pestisida jagung 755 paket. (adv)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER