BETANEWS.ID, PATI – Kabupaten Pati sejatinya memiliki objek wisata alam yang tak kalah menarik dengan daerah lain, salah satunya adalah wisata susur gua.
Objek wisata ini bisa ditemukan di Kabupaten Pati bagian Selatan, tepatnya di Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen. Adalah Gua Pancur, yang menawarkan wisatawan untuk menikmati keindahan bebatuan di dalam yang unik.
Lokasi Gua Pancur, berjarak sekira 23 kilometer ke arah Selatan dari Alun-Alun Pati. Jika ditempuh menggunakan kendaraan sepeda motor maupun mobil, lebih kurang sekitar 30 menit.
Baca juga: Menikmati Keindahan Gua Pancur, Wisata Eksotis Pati Selatan dengan Naik Andong
Pengelola Gua Pancur, Abdul Salam mengatakan, gua ini memiliki panjang 827 meter. Adapun ketinggian air di dalam Gua Pancur sekira 50 sentimeter hingga 1 meter.
“Di dalam gua ada batuan stalagmit dan stalaktit yang bentuknya unik. Kalau masuk sampai dalam, ada batu berbentuk kuda.Kemudian ada yang berbentuk gentong besar, seperti kendi,” ujarnya.
Untuk melakukan susur gua, pengunjung bisa menyewa pemandu wisata dan perlengkapan keamanan meliputi pelampung, helm, hingga sepatu bot.
“Administrasi untuk susur gua Rp15 ribu sampai Rp20 ribu per orang. Minimal dua orang, nanti ada pemandu yang mengantar,” imbuhnya.
Gua Pancur juga bisa dinikmati oleh pengunjung yang sekadar ingin menghilangkan penat dengan bersantai di mulut gua. Adapun biaya tiket masuk ke objek wisata ini ialah Rp5 ribu per orang.
“Kegiatan yang bisa dilakukan di Gua Pancur ada bermacam-macam. Kalau susur gua saat ini peminatnya masih khusus. Biasanya komunitas pencinta alam, Mapala. Masyarakat umum lebih banyak menikmati pemandangan di luar gua. Ada taman dan lahan perkemahan,” sebutnya.
Baca juga: Menjelajah Gua Larangan yang Menakjubkan di Lereng Pegunungan Kendeng
Sementara itu, salah satu wisatawan, Mutia Prarasti mengaku terpesona dengan keindahan alam dari Gua Pancur. Dia mengaku baru pertama susur gua.
“Baru pertama, pemandangan bebatuan sangat bagus,” katanya.
Di tempat ini, ia bisa menikmati eksotisme bebatuan stalagmit maupun stalaktit hingga seru-seruan bareng rekannya menyusuri gua.
“Di sini kan ada pemandunya, insyaAllah aman. Kita juga dilengkapi dengan pengaman, seperti pelampung, helm, maupun sepatu,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

