BETANEWS.ID, PATI – Sejumlah orang terlihat berjubel di dekat sebuah gerobak yang dominan berwarna hijau. Mereka rela mengantre untuk bisa mendapatkan minuman es teler yang lagi viral Juwana itu.
Sementara dua orang yang merupakan pasangan suami istri tampak cekatan membuatkan menu minuman yang dipesan pelanggannya tersebut. Pembeli yang datang silih berganti, membuat keduanya harus lebih ekstra menyiapkan pesanan.
Ada beragam varian minuman yang disiapkan, mulai dari alpukat kocok, mangga kocok, hingga es teler yang menjadi favorit pelanggan.
Baca juga: Es Buah Kota Wali di Depan SMA 1 Tayu Ini Ramai Terus, Jualan 2 Jam Ludes
Satu di antara pembeli adalah Noviatun Nikmah. Ini untuk kesekian kalinya ia membeli es yang berlokasi di perempatan Desa Kauman, Juwana, Pati atau tepatnya di depan SDN 2 Kauman.
“Udah langganan di sini. Apalagi ini dekat dengan tempat kerjaan, jadi sering ke sini kalau pas jam istirahat,” ujar Nikmah, Sabtu (7/9/2024).
Menurutnya, es yang dijual di tempat tersebut memiliki rasa yang enak. Begitupun dengan harganya yang menurutnya murah dan terjangkau.
“Kalau saya yang favorit itu es telernya. Harga es telernya di sini kan Rp8 ribu, dengan ukuran yang begitu besar, maka orang orang akan tertarik, berbeda dengan yang lain. Di sini krimernya banyak dan toppingnya juga banyak,” katanya.
Rasanya yang enak dan segar, menurutnya, juga sangat cocok dengan cuaca panas seperti sekarang ini.
Sementara itu, Silo, Penjual Es mengatakan, pihaknya menyediakan tahan varian minuman. Mulai dari es teler original, es teler durian, durian kocok, alpukat kocok, mangga kocok, strawbery kocok, coklat kenthel, dan strawbery kenthel. Dari semua menu minuman itu, yang paling disukai pelanggan adalah es teler.
Baca juga: Salad Buah ala Mayui, Rasa Manis Sausnya Bikin Efek Segar dan Gak Monoton
“Untuk harga di sini mulai dari Rp 8 ribu sampai dengan Rp 12 ribu, ” sebutnya.
Ia biasanya memulai menjajakan aneka minuman es tersebut sejak pukul 10.00 WIB dan paling lama sampai 15.00 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, ia bisa menjual sekitar 500 gelas.
“Yang beli bukan dari Juwana saja. Ya ada yang dari Lasem, Rembang, Tayu, Jepara dan Sukolilo,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

